Benarkah PA 212 Bakal Menjadi Partai Politik?

Benarkah PA 212 Bakal Menjadi Partai Politik?
Massa PA 212 dalam aksi 67 di depan Bareskrim Polri pada Jumat, 6 Juli 2018. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Persaudaraan Alumni alias PA 212 diisukan menjadi partai politik setelah Pilpres 2019 berakhir. Apalagi PA 212 memiliki massa yang banyak dan tersebar di sejumlah wilayah.

Namun, Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif memastikan hal itu tak akan terjadi. Menurut dia, PA 212 tetap seperti saat ini, tidak akan menjadi partai politik.

"Sampai kapan saja, insyaallah kami tetap akan ada di gerakan moral, tidak akan berpindah melalui jalur apa pun," kata Slamet ketika dihubungi, Selasa (16/7).

Slamet juga mengatakan, PA 212 tidak bisa menjadi partai politik karena saat mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga hanya berdasar keputusan ijtimak ulama, bukan dari lobi-lobi politik.

BACA JUGA: Said: Saya Kira Itu Kode Keras dari Prabowo

Pihaknya juga tak terlalu mau menanggapi berlebihan soal pertemuan Prabowo dan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Kami biasa saja, jadi tak perlu kami tanggapi,” kata Slamet.

Dia pun menekankan, PA 212 akan terus berjuang dengan nilai-nilai yang telah mereka pegang selama ini, sekalipun tak terjun ke dunia politik.

Slamet Ma’arif menanggapi kabar yang menyebut Persaudaraan Alumni alias PA 212 akan berubah menjadi partai politik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News