JPNN.com

Benda Angkasa yang Jatuh Menghantam Rumah Warga Ditawar Rp200 Juta

Selasa, 04 Agustus 2020 – 19:29 WIB
Benda Angkasa yang Jatuh Menghantam Rumah Warga Ditawar Rp200 Juta - JPNN.com
Batu hitam yang jatuh dari langit saat dipegang Josua Hutagalung dan istrinya di rumahnya di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (3/8/2020). Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, TAPTENG - Peristiwa benda angkasa berupa batu hitam yang jatuh menghantam rumah Josua Hutagalung di Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, pada 1 Agustus lalu masih terus menjadi perbicangan warga maupun warganet.

Karena menurut mereka, bahwa peristiwa itu merupakan peristiwa langka, apalagi terjadi pada sore hari.

Karena keunikan peristiwa itulah, sudah ada warga yang menawar batu milik Josua Hutagalung itu seharga Rp200 juta.

“Kemarin sudah ada yang minta batu ini seharga Rp200 juta, tetapi saya jawab batu itu gak saya jual. Saya gak tahu apakah mereka serius atau tidak,” ungkap Josua ketika dikonfirmasi ANTARA, Senin (3/8).

Dikatakan Josua, batu yang jatuh dari langit itu disimpan dan dijaganya dengan baik. Pun seumpamanya ada yang menawar dengan harga yang cocok, ia tidak mau menjual seutuhnya.

“Kalau seumpamanya ada yang beli batu itu dengan harga yang lebih, hanya sebagian yang saya jual. Artinya, harus ada tetap tinggal sama kami. Jadi kalau seutuhnya, saya tidak jual, biar saya simpan saja, karena itu menjadi sejarah yang sangat berharga bagi kami,” katanya.

Sebelum terjadi peristiwa langka itu, Josua dan keluarganya tidak ada memiliki firasat aneh. Demikian juga dengan tanda-tanda lewat mimpi. Semuanya berjalan seperti biasa.

“Tidak ada tanda-tanda, semua berjalan biasa saja. Makanya kami berkeyakinan dengan kehadiran batu ini, ada harapan dan doa yang kami panjatkan kepada Tuhan, agar apa yang kami harapkan bisa tercapai,” jawabnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
budi