Benda Angkasa yang Jatuh Menghantam Rumah Warga Ditawar Rp200 Juta

Benda Angkasa yang Jatuh Menghantam Rumah Warga Ditawar Rp200 Juta
Batu hitam yang jatuh dari langit saat dipegang Josua Hutagalung dan istrinya di rumahnya di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (3/8/2020). Foto: ANTARA/HO

Ditanya apa kira-kira yang diharapkan, Josua mengakui, dia menginginkan anak perempuan.

“Saya ingin anak perempuan, karena anak saya dua-duanya adalah laki-laki. Jadi pengin anak perempuan. Mudah-mudahan keinginan kami terkabul,” jawabnya.

Josua yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat peti mati itu pun sangat yakin, bahwa batu yang didapatnya itu membawa rezeki baginya. Pasalnya batu itu tidak merusak rumah mereka, melainkan hanya seng samping rumah, itu pun hanya sedikit.

“Kalau memang batu itu pertanda buruk, bisa saja batunya menghantam bagian tengah rumah, atau mengenai anggota keluarga kami. Tetapi batu itu jatuh di pinggir atap rumah, dan tertanam ke tanah. Makanya saya yakin, bahwa batu itu pertanda baik karena tidak ada melukai atau merusak rumah kami,” bebernya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (1/8), sekira pukul 16.30 WIB, peristiwa langka terjadi, dimana benda angkasa berupa batu hitam jatuh dari langit dan mengenai seng rumah Josua.

BACA JUGA: Bocah Perempuan yang Tewas Terbakar Itu Ternyata Korban Pembunuhan Sadis, Begini Kronologinya

Peristiwa itu pun dipublikasikan Josua melalui akun Facebooknya dan menjadi viral.(antara/jpnn)

Peristiwa benda angkasa berupa batu hitam yang jatuh menghantam rumah Josua Hutagalung di Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, pada 1 Agustus lalu masih terus menjadi perbicangan warga maupun warganet


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News