Bengawan Solo Meluap, 15 Desa Terendam Banjir

Bengawan Solo Meluap, 15 Desa Terendam Banjir
Banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Foto: JPG/Pojokpitu

Selain merendam jalan, areal persawahan dan rumah milik warga juga terendam banjir hingga ketinggian satu meter. Akibatnya, warga harus berjalan kaki untuk beraktivitas.

Jalanan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hingga kini petugas dari tagana dan BPBD Tuban melakukan pendataan rumah-rumah yang terendam banjir, membantu warga mengevakuasi barang-barang ke tempat lebih aman, hingga mengajak warga yang rumahnya terendam banjir untuk mengungsi.

BACA JUGA : Kawanan Buaya Muncul di Bengawan Solo

Meski demikian, warga setempat masih enggan mengungsi, salah satunya mbah Salimah. Dia memilih bertahan di rumah mereka karena tidak punya sanak saudara di kampung lain, serta menjaga barang-barang yang ada di rumah.

"Ini banjir dari Bengawan Solo, tidak ngungsi, saya di rumah saja. Saudara-saudara saya tidak ada yang di dekat sini, jauh-jauh semua jadi saya diminta di rumah saja," kata Mbah Salimah.

Meski demikian, sebagian warga sudah mengungsi dijemput sanak keluarga mereka. Pasalnya, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang terjadi sejak Kamis (7/3) kemarin trennya terus naik.

Fuad, petugas Tagana, menjelaskan, pihaknya dan BPBD Tuban dibantu dengan warga membuat dapur umum, yang didirikan secara swadaya atas inisiatif warga.

Banjir menggenangi akses jalan hingga areal persawahan milik warga di 15 desa di 4 kecamatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News