Rabu, 21 Agustus 2019 – 07:33 WIB

Beragam Penyebab Gagal Seleksi Administrasi CPNS 2018

Selasa, 23 Oktober 2018 – 05:39 WIB
Beragam Penyebab Gagal Seleksi Administrasi CPNS 2018 - JPNN.COM

jpnn.com, SAMARINDA - Sebanyak 3.200 pelamar CPNS 2018 di Pemkot Samarinda, Kaltim, gagal di tahap seleksi administrasi. Mereka dinyatakan berhak mengikuti tahapan seleksi lanjutan yakni ujian berbasis komputer.

Diketahui, sejak pendaftaran online ditutup pada Senin (15/10) lalu, panitia daerah menerima 4.033 berkas. Sementara yang mendaftar mencapai 4.383 pelamar. Ada 339 pelamar yang tidak mengirim berkas.

Ini disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKKPD) Samarinda Nurhikmah. “Nanti akan kami umumkan berdasarkan nama dan keterangan berkas di website BKPPD. Sekarang sedang menunggu ditandatangani Pak Wali (Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang). Pengumuman tidak hanya terpampang di website. Melainkan akan dipampang di papan pengumuman di Balai Kota,” jelas Nurhikmah.

Dia melanjutkan, pelamar yang berkasnya tidak memenuhi syarat bervariasi. Seperti tidak menyerahkan salinan ijazah terakhir. Ada pula yang menyerahkan salinan ijazah tanpa dilegalisasi. “Ini kami nyatakan tidak lolos verifikasi,” ucapnya.

Selain itu, ada pelamar yang tidak melengkapi berkas. keterangan tidak pernah melakukan tindakan kriminal. “Ini persyaratan utama dan harus bertandatangan di atas materai. Kalau tidak, jelas tidak memenuhi syarat. Langsung kami nyatakan tidak lolos,” ungkapnya.

“Meskipun formasi yang diinginkan sesuai dengan pendidikannya. Yang lolos hanya berkasnya lengkap. Sesuai dengan persyaratan yang diumumkan,” imbuhnya.

Keputusan tersebut, sambung dia, tidak diambil begitu saja. Panitia telah berkonsultasi lebih dulu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). “Makanya kami berani memutuskan. Semua mengikuti ketentuan Kemenpan-RB,” bebernya.

Dia tidak menampik, banyak pelamar yang mendaftar pada formasi tertentu namun tidak sesuai dengan pendidikan terakhir. “Ini menjadi pertimbangan. Makanya sempat berkonsultasi dengan Kemenpan-RB,” pungkasnya. (*/dq/riz/k18)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar