JPNN.com

Berdamai dengan Covid-19, Pemuda Katolik: Lawan Sambil Tetap Produktif

Minggu, 24 Mei 2020 – 23:48 WIB Berdamai dengan Covid-19, Pemuda Katolik: Lawan Sambil Tetap Produktif - JPNN.com
Ketua Pemuda Katolik Jakarta Selatan, Yustinus Oswin M. Foto: Dok. Pemuda Katolik

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Pemuda Katolik Jakarta Selatan, Yustinus Oswin M mengatakan Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak negatif kepada kesehatan tubuh, tetapi juga berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Salah satu aspek yang paling terdampak adalah ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, langkah pemerintah mengajak masyarakat untuk berdamai dengan Covid-19 merupakan pilihan solusi yang kontekstual sekaligus paling mungkin pada saat ini.

Menurut Oswin, pandemi Covid-19 menahan laju ekonomi di semua Negara. Mobilitas ekonomi dan distribusi mandek. Dampak paling berat dari pandemi Covid-19 adalah tekanannya terhadap sektor riil dan keuangan Negara.

Padaha sektor riil menyerap banyak tenaga. Akibat Covid-19, banyak sektor usaha tidak berproduksi yang menimbulkan kelesuan ekonomi.

“Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan di tengah pandemi Covid-19 sejauh ini telah mencapai 2,9 juta,” papar Yustinus Oswin M dalam rilisnya pada Minggu (23/5/2020).

Pada saat yang sama, survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilakukan pada Mei 2020 menemukan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan usaha terhenti dan kemampuan bertahan dari pengusaha/pemilik industri semakin rendah.

Sementara dampak Covid-19 pada usaha mandiri menyebabkan bisnis terhenti dan sebagian mengalami penurunan produksi.

Sebanyak 40% usaha mandiri terhenti kegiatan usahanya, dan 52% mengalami penurunan kegiatan produksi. Sebanyak 41% pengusaha hanya dapat bertahan kurang dari tiga bulan. Artinya, pada bulan Agustus usaha mereka akan terhenti.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri