Bergaya Medan Tapi Tidak Pas

Bergaya Medan Tapi Tidak Pas
Bergaya Medan Tapi Tidak Pas
JAKARTA -- Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Wisjnu Amat Sastro belum bisa mengendalikan diri, sehingga keluar karakter aslinya. Wisjnu belum bisa menempatkan diri, kapan bersikap sebagai Kapolda, dan kapan bersikap sebagai seorang warga kelahiran Medan dengan gaya khasnya yang terbuka. Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan Wisjnu agar tidak gampang emosional.

"Saya kenal dekat dengan Pak Wisjnu. Ya itulah gaya Medan, blak-blakan. Tapi harus sesuai porsinya. Ketika menghadapi wartawan, menghadapi masyarakat, ya harus lebih arif. Sebagai seorang pejabat publik, Pak Wisjnu harus bisa menempatkan diri pada situasi, kapan bergaya Medan dan kapan tidak. Saya juga orang Medan kok ," ujar Neta S Pane, Minggu (21/8), menanggapi sikap Irjen Wisjnu Amat Sastro yang marah-marah saat beberapa wartawan mencoba mewawancarainya, Jumat (19/8).

Saat ditemui sejumlah wartawan di Mapolda Sumut, Wisjnu menyebutkan, banyak wartawan enggak jelas dan kerjanya menakut-nakuti. "Saya nggak takut,ku cari kalian kalau macam-macam. Sama kita anak Medan, aku juga anak Medan. Sampai ke lobang semut saya cari kau, saya lepas pangkat saya, saya cari kamu. Itu lho, jadi mari kita sama-sama saling menghargai," ujar Wisjnu yang mengarahkan wajahnya pada semua wartawan yang berada disitu.

Neta menyebutkan, setidaknya ada dua dampak buruk dari pernyataan yang disampaikan Wisjnu itu. Pertama, merusak citra kepolisian sebagai sebuah institusi. Konsep polisi adalah melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Jika seorang Kapolda bersikap arogan, maka masyarakat akan menilai polisi arogan.

JAKARTA -- Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Wisjnu Amat Sastro belum bisa mengendalikan diri, sehingga keluar karakter aslinya. Wisjnu belum

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News