Berharap 1 Juni menjadi Hari Nasional

Berharap 1 Juni menjadi Hari Nasional
Suasana makam Bung Karno di Blitar Sabtu (30/5). Foto: Desyinta/Jawa Pos

jpnn.com - BLITAR - Ketua Fraksi PDIP di MPR TB Hasanuddin menyebutkan banyak sekali masyarakat yang tidak mengerti atau kurang mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Toleransi dan semengat gotong royong yang tertanam di Pancasila mulai pudar seiring masuknya arus globalisasi. Masyarakat, khususnya generasi muda, semakin angkuh membanggakan budaya yang merupakan produk asing ketimbang membanggakan budaya negeri yang lekat akan kearifan lokal. Mereka semakin hedonis dan tidak perduli akan satu sama lain.

Nilai- nilai mendasar dari Pancasila seperti "gotong royong" kini dipengaruhi oleh nilai-nilai individualisme yang sangat liberal. Interaksi sosial, politik, dan ekonomi telah diwarnai pola-pola pragmatis dan transaksional.

Banyak perangkat nilai yang tak sesuai dengan budaya bangsa semakin marak di kalangan masyarakat. Misal, pornografi, tawuran, narkoba, dan korupsi menjadi contoh konkrit bahwa identitas dan jati diri bangsa telah pudar.

"Kami harap mereka tidak menanggalkan itu,” ujarnya saat berpidato di seminar bertema implementasi nilai-nilai Pancasila, memperkokoh etika kehidupan berbangsa dan bernegara, di kantor dinas Walikota Blitar, Sabtu (30/5).

Oleh karena itu, tambah Hasanuddin, harus dilakukan upaya serius untuk mengantisipasi surutnya pemahaman dan pengamalan Pancasila. Sebab, Pancasila tidak hanya harus dijadikan konsep tetapi perlu dijadikan tatataran praktis yang diimplementasikan dalam kehidupan.

Perlu juga sikap konsisten dari berbagai elemen bangsa. Misal, pemimpin dan elit politik yang harus menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dan pediman dalam berpikir serta bertindak. “Pancasila harus jadi poros utama,” cetusnya.

Sementara itu, Walikota Blitar Samanhudi Anwar mengungkapkan, selama lima tahun ini, Kota Blitar mencoba mengimplementasikan nilai-nilai dari Pancasila. ‎‎ Misal, implementasi dari butir pertama dari Pancasila. Di kota Blitar, bagi yang beragam Islam diwajibkan membaca Al-Quran setiap harinya, begitu pula bagi beragama lain sesuai dengan kitabnya.

BLITAR - Ketua Fraksi PDIP di MPR TB Hasanuddin menyebutkan banyak sekali masyarakat yang tidak mengerti atau kurang mengimplementasikan nilai-nilai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News