Berkolaborasi, Thailand dan Indonesia Siap Hadapi Tantangan Industri Kosmetik Masa Depan

Berkolaborasi, Thailand dan Indonesia Siap Hadapi Tantangan Industri Kosmetik Masa Depan
Peserta Thailand Cosmetics & Personal Care Business Matching di Jakarta. Foto: dok for jpnn

"Perusahaan bertanggung jawab menghasilkan produk-produk kosmetik yang diyakini memenuhi standar keamanan (safety), memenuhi kualitas mutu produk (quality), menghasilkan keuntungan (benefit), dan memenuhi ketentuan label," ujar Dwiana dalam keterangannya, Kamis.

Sejalan dengan berkembangnya pasar kosmetik di Indonesia, jumlah produk yang dinotifikasi ke BPOM selalu bertambah selama tiga tahun terakhir.

Adapun notifkasi untuk produk kosmetik Thailand yang berasal dari 78 industri di Thailand dan 72 importirnya di Indonesia juga sudah mencapai 3.186 notifkasi produk di BPOM. 

Sementara itu Fertiana Santy selaku MPPM, Ph.D, Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Kerjasama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal BPJPH Kementerian Agama RI berbicara seputar produk kosmetik halal di Indonesia.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo mengemukakan pada 2024, Indonesia berpotensi menjadi global hub bagi produk-produk halal, mengingat besarnya dukungan ekosistem dan industri.

Sejalan dengan hal tersebut Kementerian Perindustrian memperkirakan potensi nilai dari produk-produk halal beserta peluang pasar dan kegiatan ekonominya akan mencapai USD 303 miliar pada 2022.

Saat ini konsumsi masyarakat muslim terhadap produk-produk halal sendiri mencapai 3,1 persen menjadi USzd 2,3 triliun, sampai 2024.

BPJPH memandang halal dari berbagai perspektif baik dari sisi ekonomi, halal ditujukan untuk setiap orang dan bagi mereka baik yang yakin dan percaya maupun yang tidak percaya.

Kerja sama antara Thailand dan Indonesia di industri kosmetik diharapkan bisa menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan pada masa depan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News