Berpeluang jadi Kapolri, Fadil Imran Diminta Jangan Hilangkan Profesionalisme

Berpeluang jadi Kapolri, Fadil Imran Diminta Jangan Hilangkan Profesionalisme
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sosok Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjadi salah satu jenderal yang berpotensi menjadi kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang pensiun pada Januari 2021.

Direktur Kajian Lintas Generasi Agung Wibowo Hadi mengingatkan Fadil Imran untuk tetap menjalankan tugas dengan profesional meski berpeluang menjadi TB 1.

"Jangan sampai terjadi ketika ambisi menjadi kapolri lebih tinggi, lantas profesionalisme dihilangkan atau dikesampingkan," ujar Agung ketika dihubungi, Sabtu (12/12).

Agung menerangkan, institusi Polri saat ini tengah mengalami ujian yang cukup berat, khususnya saat menangani kasus Habib Rizieq Shihab.

Untuk itu, sikap profesionalisme menjadi salah satu tonggak atau benteng terakhir yang harus dipegang teguh setiap anggota Polri.

Agung juga menyoroti insiden tewasnya enam anggota laskar FPI. Pasalnya, hingga saat ini publik belum yakin penembakan dilakukan karena laskar FPI menyerang polisi terlebih dahulu.

Selain banyak kejanggalan yang tidak dapat diterima akal sehat publik, dalam peristiwa itu anggota Polda Metro Jaya alpa dalam menerapkan asas praduga tak bersalah.

"Banyak lagi peryataan-peryataan ataupun sikap dan tindakan Kapolda Metro Jaya seolah dia tengah berlomba merebut kursi kapolri," tandas Agung. (cuy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Sosok Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjadi salah satu jenderal yang berpotensi menjadi kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang pensiun pada Januari 2021.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News