Bersepeda dengan Pakaian Adat

Sabut Hari Ibu, Porwasi Probolinggo Gelar Sepeda Ria

Bersepeda dengan Pakaian Adat
Bersepeda dengan Pakaian Adat
Lomba sepeda ria dilepas Asisten Administrasi Tartib Gunawan yang mewakili Wali Kota Buchori. Juga nampak hadir Ketua Perwosi Kota Probolinggo Rukmini Buchori dan Wakil Ketua Perwosi Kusmiyati Bandyk Soetrisno serta beberapa kepala satuan kerja (satker) dan camat.

"Melalui kegiatan bersepeda semoga bisa meningkatkan olahraga di Kota Probolinggo. Dengan bersepeda dapat menyadari arti penting dari olahraga. Bersepeda itu olahraga yang murah, meriah, dan menarik," kata Tartib.

Dandanan ibu-ibu peserta sepeda ria memang menarik. Sepeda ikut dihias menggunakan kertas krep, balon, bahkan buah-buahan. Pakaian adatnya juga beragam, mulai dari Marlena, Sakera, sampai petani. Untuk mempermudah ganti baju peserta memakai baju olahraga didoble dengan pakaian adat.

Di garis start satu per satu peserta dilepas, bukan serentak. Di garis start mereka diberi sebuah amplop tertutup. Dalam amplop tersebut berisi perintah dalam lomba. Saat di garis start peserta nampak begitu antusias. Sambil mengayuh sepeda mereka bernyanyi atau melontarkan yel-yel sambil melambaikan tangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News