Bertemu Aktivis Mahasiswa di Semarang, FIM: Pilpres 2024 Sekali Putaran untuk Indonesia Maju

Bertemu Aktivis Mahasiswa di Semarang, FIM: Pilpres 2024 Sekali Putaran untuk Indonesia Maju
Koordinator Nasional (Kornas) Formasi Indonesia Moeda (FIM) Syifak Muhammad Yus saat menggelar kegiatan Kopi Darat (Kopdar) bertajuk "Kawal Agenda Rakyat: Pilpres 2024 Sekali Putaran Untuk Indonesia Maju" di Kota Semarang, Kamis (18/1/2024). Foto: Dok. FIM

Menurut Syifak, Pilpres 2024 sekali putaran bukan hanya menjadi gagasan FIM atau relawan lain pendukung Prabowo-Gibran, tetapi menjadi agenda rakyat yang harus didukung dan diperjuangkan bersama.

"Secara politik, kami dari FIM hanya punya tanggung jawab moral untuk mengawal agenda rakyat agar Pilpres 2024 berjalan sekali putaran. Ini bentuk tugas sejarah yang ada pada pundak kita semua sebagai generasi muda di Indonesia," tuturnya.

Terlebih, tambah Syifak, sebagai penerus estafet kepemimpinan nasional di masa depan, generasi muda punya tanggung jawab menjaga dan mengawal visi dan misi Indonesia menjadi negara maju.

"Kami adalah generasi emas 2045, penerus negeri yang lahir di era pascareformasi 1998. Kami adalah pewaris dan sekaligus pelaku sejarah era kekinian yang akan menentukan arah masa depan bangsa ke depan," ungkap Syifak

"Maka pada momentum Pilpres 2024 ini jadi tugas sejarah kita semua dalam mengawal agenda besar bangsa ke depan. Pilpres 2024 sekali putaran adalah tugas sejarah bagi kita semua," tambahnya

Syifak menjelaskan argumentasi sekali putaran di Pilpres 2024 sangat jelas dan tegas. Yakni, menghemat biaya politik yang dikeluarkan negara sebesar Rp 27 triliun, memberikan kepastian politik di awal pada 14 Februari 2024 dan membuat suasana bangsa lebih damai karena terhindar dari ancaman polarisasi politik yang ekstrem.

"Argumentasi gerakan sekali putaran ini, niscaya tidak ada yang bisa membantah dan menolak, semuanya pasti setuju karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat dan negara," ujar Syifak

Menurut Syifak, salah satu musuh terbesar Bangsa Indonesia hari ini adalah disintegrasi, perpecahan dan adu domba yang membahayakan keutuhan bangsa.

Ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi ekstra kampus di Kota Semarang, menyetujui penyelenggaraan Pilpres 2024 berjalan sekali putaran.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News