Bertemu Kakek Berjubah Misterius, Kini jadi Dukun Ular

Bertemu Kakek Berjubah Misterius, Kini jadi Dukun Ular
Agus Suryanadi, sang dukun ular, beristirahat di sebuah berugak milik Gelanggang Olah Raga (GOR) Mataram NTB di jalan TGH Faesal, Mandalika, Sandubaya, (10/10). Foto: THEA/LOMBOK POST

Pria 60 tahun itu bercerita, di tahun yang sama, selain menjadi tukang cuci bus, Agus membuka usaha kecil-kecilan. Warung rokok.

“Saya menjadi dukun setelah bertemu seorang kakek renta di dalam pasar,” ungkapnya sambil sesekali melirik awan hitam yang mulai menurunkan rintik hujan di area GOR NTB.

Saat itu, Agus sibuk mencari bahan dagangan di dalam pasar. Ia kemudian melihat kakek renta meminta-minta pada beberapa orang yang lalu lalang di dalam pasar itu.

“Karena saya kasihan, saya kasih uang ke beliau,” imbuhnya.

Menurutnya, pria tua yang ia beri uang itu menggunakan tongkat dengan jubah putih layakanya pria misterius.

Apalagi saat ia berusaha mengulurkan uang, kakek itu langsung memberikan sebuah batu, bercorak loreng. Dengan ukuran empat centi meter.

“Saya sempat kaget. Beliau memberikan saya batu itu. Katanya dengan batu ini, saya bisa membantu orang-orang,” kenangnya.

Kakek itu mengaku berasal dari hutan. “Saat asyik berbicara, ia memberikan petuah. Katanya saya bisa membantu orang jika sudah menikah kelak. Entah itu syarat atau apa,” jawabnya.

Awal mula menjadi dukun ular, bermula saat melihat kakek renta berjubah meminta-minta pada beberapa orang yang lalu lalang di pasar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News