Besok, Aksi Ganyang Komunis oleh PA 212 Tanpa STTP dari Polisi

Besok, Aksi Ganyang Komunis oleh PA 212 Tanpa STTP dari Polisi
Massa PA 212 menggelar aksi di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta, Rabu (26/6). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rencana Apel Siaga Ganyang Komunis oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama, Minggu (5/7), tidak akan disertai Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) oleh polisi.

"Kalau kita pemberitahuan, pemberitahuannya sudah ada, tapi kita tidak mengeluarkan STTP, tapi kita siapkan pengamanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Jakarta, Sabtu.

Yusri menuturkan petugas tingkat polres yang akan terlibat pengamanan karena peserta aksi hanya menggelar apel siaga, dan tidak ada agenda keliling atau "long march".

Yusri menyampaikan agar peserta apel siaga itu mengikuti aturan menyampaikan pendapat di muka umum, dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah karena masih masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Sekarang kan masih PSBB, protokol kesehatan wajib mereka ikuti, tidak ada ramai-ramai, bakar-bakar misalkan, pasti kita tangkap kalau begitu," tegas Yusri.

Yusri juga mengharapkan tidak ada terjadi kembali aksi pembakaran atribut, atau bendera salah satu partai politik.

"Kita harap seperti itu karena itu cuma apel, mereka bukan demo. Hanya apel siaga. Itu kan apel siaga aja, kita pengamanan aja," tutur Yusri.

Polisi perwira menengah itu juga menyebutkan polisi akan menyiapkan skenario pengalihan arus, yang akan diberlakukan secara situasional atau saat terjadi kepadatan kendaraan.

Rencana Apel Siaga Ganyang Komunis oleh PA 212 dan GNPF Ulama, pada Minggu (5/7), tidak akan disertai STTP dari polisi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News