Bintang Wanita

Oleh: Dahlan Iskan

Bintang Wanita
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - MEDIA inilah yang harus dicatat sebagai pembuka peristiwa Duren Tiga. Media mainstream. Kalau tidak, bisa jadi peristiwa itu terkubur –mungkin untuk selama-lamanya.

Media itu ada di Jambi. Wartawan  itu sebenarnya telat tahu: ada polisi, asal Jambi, yang mati tertembak. Sudah dua hari sebelumnya.

Wajar telat. Rumah polisi itu di pedalaman. Sang korban juga  dikubur di pedalaman itu. Kurang  bisa menarik perhatian seketika.

Baca Juga:

Si wartawan lantas ke Polda Jambi. Humas Polda tidak tahu. Ia meminta Si wartawan ke Kabid Propam. Mungkin bidang Propam yang tahu. Ini kan menyangkut anggota Polri.

Namun, Propam Polda Jambi juga  tidak tahu. Tidak bisa menjawab. Maka Propam Jambi menanyakan itu ke Propam Mabes Polri.

Ferdy Sambo pun ambil kesimpulan: berarti peristiwa Duren Tiga sudah diketahui media. Tidak bisa lagi ditutupi. Harus disiapkan jawaban yang tepat. Yang bisa membantu menyusun jawaban itu harus orang yang memahami media.

Baca Juga:

Irjen Ferdy Sambo tidak sulit mencari orang yang punya kualifikasi dekat dengan media. Ia juga sosok yang aman. Tepercaya. Ia penasihat ahli Kapolri, bidang komunikasi publik.

Maka Jenderal Sambo menelepon Sang penasihat media: Fahmi Alamsyah.

Berarti, Irjen Ferdy Sambo itu lelaki sejati: jangan sampai istri disentuh lelaki siapa pun. Biarpun jabatan tinggi taruhannya. Penjara seumur hidup ancamannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News