Bisnis Batu Bara Bakrie Merugi

Bisnis Batu Bara Bakrie Merugi
Bisnis Batu Bara Bakrie Merugi
Samin Tan mengakui, penurunan pendapatan pada 2012 sangat dipengaruhi rendahnya harga komoditas batu bara. Selama ini, dia menjelaskan, harga batu bara ditentukan oleh indeks harga FOB Newcastle Coal (GCNEWC) sesuai dengan faktor kualitatif, seperti nilai kalori, kelembapan, dan kandungan sulfur. Namun, secara rata-rata, indeks Newcastle tersebut merosot 21 persen sepanjang 2011-2012.

"Rata-rata harga jual batu bara Berau turun 13 persen. Akan tetapi, mampu tertolong dari segi volume penjualan hingga 21,1 metrik ton atau mengalami kenaikan daripada 2011 yang hanya 20,0 metrik ton," jelasnya.

Selain pelemahan harga, pasar batu bara mengalami perubahan. Sebelumnya, Tiongkok menjadi kontributor terbesar dengan komposisi 49,4 persen. Namun pada 2012, angka ekspor ke Tiongkok tersebut bergeser turun menjadi 34,2 persen.

Sebaliknya, pasar Indonesia meningkat jadi 18,8 persen, Taiwan 18,2 persen, India 14,6 persen, dan Korea Selatan 8,9 persen. "Pemulihan ekonomi global masih rapuh, melihat Eropa dengan pertumbuhan yang sedikit, serta pertumbuhan GDP Tiongkok dan India yang melambat pada 2012 sehingga nanti permintaan batu bara di India dan Tiongkok lebih pada kalori yang rendah. Ini bisa menjadi peluang bagi Berau," paparnya.

JAKARTA - Gurita bisnis keluarga Bakrie di sektor komoditas terus mencatatkan kemerosotan. Setelah salah satu perusahaannya yang bergerak di komoditas

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News