Bisnis Tempe Bisa Berkembang di Tengah Pandemi Corona
jpnn.com, JAKARTA - Bisnis tempe bisa bertumbuh dengan baik di tengah-tengah pandemi virus corona (covid-19).
Salah satu indikasinya adalah diresmikannya rumah tempe A Zaki Perumahan Bogor Raya Permai, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6).
Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch Ikhsan Abdullah menjelaskan, hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah adalah
perajin tempe mendapatkan supply kedelai dengan harga yang relatif murah.
“Sebab, tempe menghiasi semua meja makan masyarakat Indonesia dari mulai masyarakat sederhana sampai dengan masyarakat yang berpenghasilan tinggi," kata Ikhsan.
Dia menambahkan, Indonesia harus bisa mengurangi ketergantungan impor kedelai.
Menurut dia, devisa negara untuk belanja kedelai dapat digunakan guna memperluas areal penanaman kedelai.
Hal itu dapat memberikan pekerjaan untuk masyarakat demi meningkatkan pendapatan petani kedelai dan industri pertanian.
Bisnis tempe bisa bertumbuh dengan baik di tengah-tengah pandemi virus corona (covid-19).
- PT Karya Bali Indah Sukses Ekspor MMEA ke Filipina Berkat Fasilitas KITE Pengembalian
- Resmi Dikukuhkan, DPD AMDATARA Bali–Nusa Tenggara Perkuat Inovasi & Sinergi
- RI Bakal Rugi Rp 39 Triliun Gegara Impor 150 Ribu Pikap dari India
- Kadin Beberkan Dampak Buruk Impor 150 Ribu Pikap dari India, Kalimatnya Ngeri
- Ramadan Jadi Momentum Kesiapan Bisnis, Sanwoo Hadirkan Solusi untuk Mendukung Berbagai Jenis Usaha
- Lintasarta Perkuat Solusi AI Terintegrasi untuk Akselerasi Industri
JPNN.com




