BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa di Barat Daya Pandeglang

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa di Barat Daya Pandeglang
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (24/12). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami dampak gempa bumi di barat daya Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 21.35 WIB.

Dwikorita menjelaskan, berdasar pemutakhiran data oleh BMKG,gempa yang terjadi pada pukul 19.03 WIB itu berkekuatan 6,9 SR. Lokasinya di 7,32’ Lintang Selatan dan 104,75’ Bujur Timur.

“Gempa di wilayah Samudra Hindia tepatnya di sebelah selatan Selat Sunda. Kedalamannya 48 kilometer,” ujar Dwikorita dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (2/8) malam.

BACA JUGA: Gempa di Laut Banten, Pandeglang dan Lampung Barat Siaga Tsunami

Kemudian berdasar monitoring muka air laut, BMKG menyimpulkan tidak ada indikasi tsunami. BMKG memperkirakan jika gempa memicu tsunami, gelombangnya akan mencapai wilayah pesisir Banten sekitar pukul 19.35 WIB.

Sebelumnya BMKG menetapkan status Siaga Tsunami untuk wilayah Lebak dan Pandeglang sebelah selatan. Sementara status untuk wilayah Tanggamus di Lampung dan Pandeglang sebelah utara adalah Waspada Tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami dampak gempa bumi di barat daya Kabupaten Pandeglang, Banten.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News