BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Potensi Banjir Bandang di Sulawesi sampai Luwu Timur

BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Potensi Banjir Bandang di Sulawesi sampai Luwu Timur
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini potensi banjir bandang di sejumlah wilayah di Indonesia. Foto: ANTARA/Weli Ayu Rejeki

Sebelumnya, bencana banjir bandang menghantam Kabupaten Luwu Timur, pada Senin, 13 Juli 2020, malam hari di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Banjir tersebut berdampak pada enam kecamatan hingga menyisakan lumpur di Masamba, Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara setelah air surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, membenarkan banjir dipicu karena intensitas hujan sangat tinggi selama dua hari terakhir sebelum terjadi bencana.

Bahkan, debit air hujan itu membuat Sungai Masamba, Sungai Rongkang dan Sungai Rada ikut meluap yang menyebabkan terjadi banjir bandang.

Potensi ancaman banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara memang sering terjadi, karena termasuk wilayah bahaya dengan kategori sedang sampai tinggi untuk bencana banjir bandang. Tercatat ada 11 kecamatan masuk dalam kategori itu.

Sementara, dari prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat, per 6 Mei 2021, berpotensi hujan sedang di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

Potensi hujan lebat di wilayah Kabupaten Mamuju, Mejene, Mamasa, dan Mamuju Tengah.

Suhu udara mencapai 22-31 derajat celsius, dengan kelembapan udara, 65-95 persen. Kecepatan angin dari tenggara-barat laut dengan kecepatan 0 - 10 kilometer per jam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini potensi banjir bandang di sejumlah wilayah di Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News