BNBR Jawab Keraguan Investor

BNBR Jawab Keraguan Investor
BNBR Jawab Keraguan Investor
JAKARTA - Tidak biasanya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencetak laba. Selama ini perusahaan induk bakrie grup itu berkutat dengan utang. Bahkan, kali terakhir manajemen harus memohon kuasi reorganisasi (pemotongan utang, Red) kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Hajatan kuasi reorganisasi tersebut dimunculkan guna memutus mata rantai utang triliun rupiah yang membekap manajemen. Efeknya, sepanjang dibekap utang itu kinerja manajemen tidak pernah konsisten. Nah, pasca terlaksananya agenda kuasi reorganisasi itu pelan namun pasti kinerja perseroan mulai menggeliat.

Menilik data keuangan sepanjang 2011, perseroan mencatat laba Rp 132 miliar. Kondisi itu jelas membalik kinerja tahun sebelumnya yang terlilit rugi bersih senilai Rp 7,64 triliun. ”Pembukuan laba bersih didapat menyusul kinerja investasi dan perdagangan yang tepat,” tutur Bobby Gafur Umar, Direktur Utama BNBR, di Jakarta, Senin (7/5).

Baca Juga:
Bobby menyebut perolehan laba bersih itu ditopang sejumlah sektor. Mulai dari sektor pendapatan, perdagangan, jasa dan investasi yang meningkat signifikan, dari Rp 8,41 triliun pada 2010 melonjak ke level Rp 10,55 triliun pada edisi 2011. ”Ini juga berkat keseriusan manajemen yang bersungguh-sungguh menjalankan agenda berdasar skenario,” imbuhnya.

JAKARTA - Tidak biasanya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencetak laba. Selama ini perusahaan induk bakrie grup itu berkutat dengan utang. Bahkan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News