BNPT Gandeng Yayasan Maksimalkan Deradikalisasi Napi dan Simpatisan Teroris di Makassar

BNPT Gandeng Yayasan Maksimalkan Deradikalisasi Napi dan Simpatisan Teroris di Makassar
Personel Densus 88 Anti Teror menggiring terduga teroris ke pesawat terbang di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/3/2021). Foto: ANTARA/Umarul Faruq

jpnn.com, MAKASSAR - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan program deradikalisasi bagi mereka yang terpapar dengan paham radikalisme di Sulawesi Selatan.

BNPT akan memaksimalkan deradikalisasi tersebut pascabom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.

Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris mengatakan pihaknya akan memaksimalkan yayasan yang mewadahi mantan napi teroris maupun simpatisan, demi menetralkan pemikiran mereka yang sudah terpapar paham radikalisme.

“Dalam program deradikalisasi, ada dua program yang menarik, baik di dalam lapas maupun di luar lapas. Di dalam lapas yaitu reintegrasi untuk mereka yang keluar, kemudian di luar lapas itu kewirausahaan,” ujarnya.

Menurutnya, ada dua program yang menarik, baik di dalam lapas maupun di luar lapas. Di dalam lapas yaitu reintegrasi untuk mereka yang keluar, kemudian di luar lapas itu kewirausahaan

Irfan berharap dengan dua progam tersebut, tidak ada lagi aksi bom bunuh diri seperti di depan Gereja Katedral Makassar yang melibatkan pasutri.

“Agar nanti jangan ada yang bersimpatik kedua, ketiga, dan seterusnya bersama suami istrinya melakukan bom bunuh diri lagi,” imbau Irfan.

Melihat dari pelaku bom Gereja Katedral Makassar, Irfan Idris menambahkan, seseorang yang memiliki paham radikalisme dan langsung melakukan aksi bom bunuh diri sangatlah berbahaya dibandingkan dengan mantan teroris.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan program deradikalisasi bagi mereka yang terpapar dengan paham radikalisme di Sulawesi Selatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News