Bocah SD Dianiaya PNS Rumah Sakit di Sekolah

Bocah SD Dianiaya PNS Rumah Sakit di Sekolah
Ilustrasi. pixabay.com

Tidak hanya itu, pada saat AB melakukan pemukulan, Rizqi dan temannya hanya bisa diam, karena takut. 

“Saya takut, gak berani teriak. Habis itu saya langsung masuk ke- las, sampai di jemput ayah,” ujarnya. 

Sementara itu Sholikhu- din, 40, ayah korban mengatakan, baru mengetahui anaknya dianiayah oleh AB setelah mendapatkan lapo- ran dari para tetangga AB. Saat itu, Sholikhudin lang- sung mendatangi rumah AB untuk mempertanyakan akar permasalahannya. 

“Setelah menemui anak saya di sekolah, saya langsung ke rumah pelaku. Dan pelaku juga mengakui kalau habis mukul anak saya,” katanya. 

Paska pemukulan itu, Rizqi tidak berani datang ke sekolah lantaran masih trauma. “Hari ini (10/10) anak saya tidak sekolah, katanya masih trauma. Bukan karena di pukuli sama pelaku, tapi malu karena dipukulinya di depan banyak teman-temannya,” kata Sholikhudin. 

Semantara itu, Kapolsek Sedati AKP Yuyus Andreastanto membenarkan adanya laporan dari Sholikhudin. “Kami masih tunggu hasil visumnya, untuk saat ini kami masih memintai ke- terangan dari korban dan beberapa saksi. (rie/nug) 

 

SEDATI - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) RSUD Sidoarjo berinisial AB, 50, warga Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo dilaporkan ke mapolsek


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News