Bohong soal Riwayat Perjalanan Akibatnya Fatal, 1 Keluarga Kena Corona, Tenaga Medis Tertulari

Bohong soal Riwayat Perjalanan Akibatnya Fatal, 1 Keluarga Kena Corona, Tenaga Medis Tertulari
Ruang isolasi untuk pasien virus Corona di sebuah rumah sakit. Ilustrasi FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Sehari setelahnya pada 3 April 2020, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Pelalawan bertambah satu orang dengan inisial JG.

Pasien yang berusia 58 tahun ini juga memiliki riwayat perjalanan dari dari Jakarta, sama seperti RBT, yakni pada tanggal 13 Maret 2020.

Gubernur Riau, Syamsuar, pada pernyataan pers perkembangan COVID-19 di Pekanbaru, Senin (13/4), sempat menyayangkan pasien RBT dan JG tidak jujur dalam menjelaskan riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.

Hal ini berakibat pada penularan virus tersebut, dan telah menginfeksi seorang tenaga medis di Pelalawan.

Seorang tenaga medis yang positif COVID-19 adalah pasien ke-18 dengan inisial AS. Pasien berusia 30 tahun itu adalah warga Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Pelalawan.

Pasien AS memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni Semarang Jawa Tengah pada tanggal 15 Maret 2020.

Selain itu, AS yang bertugas di salah satu rumah sakit di Pelalawan, sempat merawat dua pasien yang belakangan terkonfirmasi positif COVID-19, yakni pasien RBT dan JG. Pasien AS terdeteksi dari “tracing” dua pasien yang ditanganinya itu.

Namun, saat itu pasien RBT dan JG mengaku tidak ada riwayat perjalanan dari Jakarta. Akibatnya, tenaga kesehatan termasuk AS yang bertugas di rumah sakit melayani dengan protokol pasien biasa, bukan protokol penanganan pasien COVID-19.

Satu keluarga di Kabupaten Pelalawan Riau dinyatakan positif terjangkiti virus corona COVID-19, salah satunya masih usia 16 tahun.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News