BPOM Pilih Tiga Direktur Baru untuk Investigasi

BPOM Pilih Tiga Direktur Baru untuk Investigasi
BPOM

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah peredaran obat dan makanan illegal lintas negara yang makin meningkat belakangan ini, BPOM-RI melakukan restrukturisasi organisasi.

Yaitu dengan merekrut tiga direktur baru di bidang keamanan dan intelijen untuk memperkuat kapasitas kewenangan BPOM.

“Kami melakukan terobosan restrukturisasi organisasi dengan mengisi jabatan di Kedeputian Bidang Penindakan dari pimpinan tinggi di Badan Intelejen Negara (BIN), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian yang kompeten dan berpengalaman untuk percepatan penanganan kasus kejahatan obat dan makanan,” ujar Kepala BPOM-RI Penny K. Lukito.

Ketiga direktur baru akan mengisi jabatan sebagai Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan.

Selanjutnya, ketiganya akan memperkuat performa kinerja Kedeputian Bidang Penindakan BPOM yang mencakup tiga strategi simultan, yaitu prediksi dan pencegahan, deteksi, serta respons.

“Prediksi dan pencegahan menjalankan fungsi analisis terhadap tren/data intelijen, kajian risiko kejahatan, analisa potensi kejahatan, dampak kejahatan, analisis situasi global, serta monitoring pelaksanaan penegakan hukum,” imbuh Penny.

Penguatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan serta kewenangan BPOM, menurut dia, dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2017 tentang Organisasi BPOM melalui pembentukan Kedeputian Bidang Penindakan, terutama pada fungsi pengamanan dan cegah tangkal.

Sebelumnya BPOM telah melakukan mutasi ratusan pejabatnya pada 19 Februari 2018.

Tiga direktur baru di bidang keamanan dan intelijen untuk memperkuat kapasitas kewenangan BPOM.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News