Breakfast dengan Editor's Club, Juga Dengar Pengalaman Bersama JK

Breakfast dengan Editor's Club, Juga Dengar Pengalaman Bersama JK
Foto:Setwapres
“Saya paling ingat waktu Bapak naik helikopter dari Wajo ke Makassar jam 6 sore, hujan deras dan petir. Pilotnya waktu itu Mayor Tobing. Setelah selamat sampai Makassar, dia marah betul pada saya. Katanya, besok lagi jangan ada perjalanan naik heli malam-malam, dia bilang lututnya terus gemetar selama dua jam di udara,” ujar salah satu staf protokol.

“Kalau saya paling ingat waktu di Indramayu. Helipad ternyata terlalu lunak, sehingga helikopter tidak bisa mendarat. Bapak waktu itu memerintahkan heli sedekat mungkin dari tanah, dan Bapak nekat melompat ke sawah,” sambung staf lain. “Mungkin Bapak satu-satunya wapres yang melompat dari helikopter yang masih terbang, melompati saluran air di sawah, dan memegang payung sendiri ketika hujan,” sambungnya.

Seorang staf protokol juga bercerita tentang rasa takutnya ketika mendampingi Jusuf Kalla membagikan bantuan bagi korban tsunami di Aceh Selatan. Ketika itu, helikopter yang membawa bantuan tidak punya safety belt, padahal ketika membagikan bantuan dari udara, pintu helikopter harus dibuka. “Bapak waktu itu sampai menantang pilot untuk terbang lebih rendah dari pohon kelapa,” kata seorang staf.

Setelah puas mengobrol, sekitar 40 staf protokoler Istana Wapres meminta Kalla untuk berfoto satu-per satu. Kalla menyetujuinya. Usai berfoto, mereka berdiri membentuk barisan di kiri-kanan pintu keluar Kantor Wapres. Ketika Jusuf Kalla berjalan menuju mobil berplat RI-2 yang akan membawanya pulang, mereka menyanyikan lagu milik Koes Plus yang berjudul "Kapan Kapan". Isak tangis pecah dari puluhan staf protokoler, dan bahkan, sejumlah anggota Paspampres. (noe)

Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini akan meletakkan jabatannya dan kembali sebagai warga negara biasa. Pagi ini, dia akan berangkat menyaksikan pelantikan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News