Bripka Nandi Ungkap Detik-Detik 3 Anggota Polairud Disandera 7 ABK ‘Kapal Hantu’

Bripka Nandi Ungkap Detik-Detik 3 Anggota Polairud Disandera 7 ABK ‘Kapal Hantu’
Bripka Nandi Zaidan Wasisto (tengah), anggota Dit Polairud Polda Sumsel menceritakan detik-detik bersama dua rekannya disandera dan disekap oleh tujuh ABK ‘Kapal Hantu’. Foto: edho/sumeks.co

jpnn.com, JAKARTA - Polrairud Polda Sumsel berhasil mengagalkan penyelundupan baby lobster senilai Rp 16 miliar pada Sabtu (30/4) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam pengungkapan tersebut, tiga anggota Polrairud Polda Sumsel sempat disandera tujuh anak buah kapal 'Kapal Hantu' yang hendak menyelundupkan benih lobster tersebut.

Bripka Nandi Zaidan Wasisto, anggota Dit Polairud Polda Sumsel menceritakan detik-detik bersama dua rekannya disandera dan disekap oleh ABK ‘Kapal Hantu’ yang hendak menyelundupkan benih baby lobster senilai Rp 16 miliar ke Singapura.

Ketiganya disekap saat melakukan penyergapan Kapal Hantu yang melintas perairan Sri Menanti, Tanjung Sereh, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (30/4) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Kami setop dan naik di Kapal Hantu, saat itu kami hanya bertiga. Saat pelaku tahu kami hanya bertiga, mereka langsung tambah kecepatan tinggi,” kata Nandi menceritakan, Minggu (1/5) kepada awak media.

Nandi mengatakan, saat di atas Kapal Hantu, dia sempat bergelut dengan pelaku.

“Saat di atas kapal, saya sempat ditendang dan kaki dipukul sampai jatuh. Saya langsung keluarkan senjata dan langsung saya berikan tembakan peringatan ke atas,” katanya.

Nakhoda Kapal Hantu, lanjut Nandi, mengetahui pelaku lainnya terancam, mencoba merebut senjata api miliknya.

Polrairud Polda Sumsel berhasil mengagalkan penyelundupan baby lobster senilai Rp 16 miliar pada Sabtu (30/4) sekitar pukul 23.30 WIB.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News