JPNN.com

British Museum Pamerkan Wayang dan Topeng Indonesia Koleksi Eks Bos Kolonial

Sabtu, 05 Oktober 2019 – 23:44 WIB British Museum Pamerkan Wayang dan Topeng Indonesia Koleksi Eks Bos Kolonial - JPNN.com
Koleksi topeng dan wayang dari Jawa yang dikumpulkan Sir Stamford Raffles dipamerkan di British Museum London. Foto: Zeynita Gibbons/Antara

jpnn.com, LONDON - British Museum London menghadirkan beragam benda dari Jawa dan Sumatera yang dikumpulkan oleh Sir Stamford Raffles (1781–1826), pejabat kolonial Inggris yang mendirikan Singapura modern dan menjadi tokoh kontroversial sebagai seorang imperialis yang berkomitmen dan reformis progresif selama beberapa dekade.

Pameran koleksi Raffles mulai dari wayang dan topeng teater hingga alat musik dan patung mengeksplorasi masyarakat Jawa abad ke-19 dan tradisi Hindu-Buddha, didukung oleh Kedutaan Singapura di London, Inggris.

Tercatat sekitar 2.000 jenis benda yang berhubungan dengan Raffles hampir 1500 jenis berasal dari Jawa, Indonesia dikumpulkan saat menjadi Letnan Gubernur di Jawa selama tahun 1811-1816 itu dipamerkan di lantai 4 gedung British Museum yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan berlangsung pada 19 September 2019 hingga 12 Januari 2020.

Mengawali pameran koleksi Raffles di musim gugur dengan kurator Dr Alexandra Green, pementasan wayang kulit dengan lakon Brubuh Alengka, cuplikan dari Serat Ramayana dengan dalang Ki Sujarwo Joko Prehatin diiringi gamelan Southbank. Acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 200 penonton yang sebagian besar warga asing yang memenuhi gedung British Museum bahkan ada yang rela berdiri.

Berbagai Topeng yang dikoleksi Raffles di antaranya topeng yang disebutnya topeng Raden Andaga yang terbuat dari kayu dan emas, topeng Dewi Bikang Mardeya dari kayu dan emas, Topeng monyet dari kayu dan emas, Topeng Setan Denawa Kecubung dari kayu dan emas, yang kesemuanya dibuat diawal tahun 1800-an.

Selain koleksi berbagai benda-benda seni serta kain batik, Raffles juga membuat buku yang diberi judul History of Java yang diterbitkan pada 1817.

Buku yang ditulis oleh Raffles menjelaskan sejarah pulau Jawa dari zaman kuno Itu dicetak ulang dari master digital Cambridge University Press pada 2010.

British Museum mengadakan pameran tentang Raffles dimaksudkan untuk menyelidiki bagaimana dan mengapa ia mengumpulkan koleksinya dan menyentuh penelitian yang sedang berlangsung di museum, yang bertujuan untuk menjelaskan lebih banyak tentang pengumpulan dan kolonialisme di bagian dunia ini.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...