JPNN.com

BTN Pertebal Pembentukan CKPN

Kamis, 14 November 2019 – 18:31 WIB BTN Pertebal Pembentukan CKPN - JPNN.com
Bank BTN. Foto dok BTN

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71. Dengan strategi tersebut, per kuartal III/2019, BTN mencatatkan perolehan laba senilai Rp801 miliar.

Plt. Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto R. menuturkan perseroan berkomitmen meningkatkan rasio pencadangan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mengerek naik nilai CKPN sebesar 21,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,79 triliun menjadi Rp2,18 triliun pada September 2019. 

Secara rasio, CKPN perseroan naik ke level 52,67% pada September 2019 dari 38,58 persen di bulan yang sama tahun lalu. 

“Dengan peningkatan alokasi ke CKPN tersebut, laba bersih kami berada di posisi Rp801 miliar pada kuartal tiga ini. Hingga akhir tahun, kami membidik rasio CKPN terus naik ke level di atas 70%,” jelas Oni di Jakarta, Kamis (14/11).

Oni menuturkan perolehan laba bersih tersebut disumbang pendapatan bunga perseroan serta efisiensi yang dilakukan. Pendapatan bunga Bank BTN tercatat melaju di atas kenaikan penyaluran kredit meski di tengah kondisi penurunan suku bunga acuan. 

Pendapatan bunga Bank BTN terekam naik sebesar 17,97% yoy atau berada di atas laju kredit di level 16,75% yoy. Catatan keuangan perseroan menunjukan pendapatan bunga per kuartal III/2019 senilai Rp19,32 triliun atau naik dari Rp16,38 triliun pada September 2018.

BTN juga berhasil melakukan efisiensi dengan pertumbuhan biaya operasional di luar CKPN hanya sebesar 1,3% yoy per September 2019. 

Angka tersebut turun jauh di bawah kenaikan biaya operasional di luar CKPN pada 2018 sebesar 11,2% yoy. Pertumbuhan biaya operasional tersebut juga berada jauh di bawah kenaikan aset yang melesat sebesar 16,1% yoy per September 2019.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...