Buah Sembrono

Oleh Dahlan Iskan

Buah Sembrono
Dahlan Iskan di Xinjiang, Tiongkok. Foto: disway.id

Baru saat itu saya tahu: Xinjiang tidak hanya punya hamiqua. Anggurnya pun ampun-ampun lezatnya.

Baca Juga:

Saya bukan pemakan anggur. Bisa batuk setelahnya. Kalau pun terpaksa saya kupas kulitnya.

Baru di Liverpool lalu saya agak banyak makan anggur. Itu pun setelah akan meninggalkan Inggris.

Awalnya saya hanya tertarik pada pajangan anggur di dekat apel. Di M&S --Marks & Spencer. Yang di Inggris memiliki supermarket di bagian belakang toko pakaiannya.

Anggur di situ ternyata banyak rasa. Tidak hanya yang rasa anggur. Ada anggur rasa candy, strawberry dan tutti frutti.

Saya pun mencoba beli tiga-tiganya. Total tidak sampai seperempat kilogram.

Sejak hari itu saya selalu beli anggur rasa candy. Belum pernah saya tahu ada jenis anggur yang seperti itu.

Yang saya tahu anggur itu hanya dua jenis: kecut dan agak kecut. Atau yang warna hijau dan warna hitam.

Saya jatuh cinta pada buah Xinjiang. Di musim terbaiknya. Di Xinjiang anggur dianggap buah murah biasa. Memajangnya pun sembrono sekali.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News