Kamis, 16 Agustus 2018 – 13:30 WIB

Buka Puncak Sail Sabang, JK Makin Optimis pada Pariwisata

Minggu, 03 Desember 2017 – 09:03 WIB
Buka Puncak Sail Sabang, JK Makin Optimis pada Pariwisata - JPNN.COM

Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, SABANG - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengaku optimistis bahwa pariwisata akan menjadi penggerak ekonomi bangsa di masa yang akan datang. JK menegaskan hal itu saat membuka acara puncak Sail Sabang 2017 di Terminal CT-3, Sabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

"Dahulu Sabang aktif dengan perdagangannya, namun kini dan di masa yang akan datang, tourism di Indonesia akan menjadi penggerak ekonomi bangsa, dan Sabang merupakan salah satu kota yang siap menerima pariwisata," ujar Wapres JK dalam sambutan resminya.

Ucapan JK terlontar setelah melihat kondisi pelabuhan yang ada di Sabang. Kata JK, walaupun dengan cuaca hujan yang deras, Pelabuhan Sabang tetap kokoh dan kapal-kapal tamu di acara Sail Sabang 2017 dalam kondisi aman.

Acaranya pun tetap bisa berlangsung dengan baik. "Ini membuktikan bahwa Sabang sudah punya infrastruktur pelabuhan yang baik. Kapal lihat saja, aman-aman saja. Tidak bergerak sama sekali. Paling hanya bergerak sedikit. Ini pelabuhan baik, dan kegiatan Sail Sabang ini juga baik untuk daerah ini," kata JK yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

JK sempat bercerita saat Pelabuhan Sabang dibuat. Sabang merupakan tempat singgah kapal-kapal besar sebelum berlayar ke laut lepas. Aktivitasnya Pelabuhan Sabang lebih pada perdagangan.

"Namun ke depannya, tourism akan menjadi penggerak ekonomi di Sabang maupun di tanah air. Setelah perdagangan, tourism akan menjadi penggerak ekonomi yang sangat besar," kata JK yang hadir bersama Ibu Wapres.

JK memaparkan, hal ini sudah terjadi di kondisi dunia. Banyak negara-negara yang sudah mengembangkan pariwisatanya untuk meningkatkan perekonomian bahkan banyak masyarakat dunia yang menjadikan pariwisata menjadi sebuah kebutuhan hidup.

"Turisme saat ini sudah menjadi kebutuhan negara-negara lain, kelas menenangah juga sangat membutuhkan pariwisata dan berwisata, berwisata itu sudah menjadi kebahagiaan," jelasnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar