Bukan Mak Erot tapi Mak Erat, Tambah Satu Sentimeter Rp 700 Ribu

Bukan Mak Erot tapi Mak Erat, Tambah Satu Sentimeter Rp 700 Ribu
BIKIN GEDE: Muhammad Abdullah menunjukan salah satu ramuan yang digunakan untuk memperbesar alat vital pria di tempat praktiknya yang berada di kawasan Gontoran, Selagalas, Kota Mataram, Senin (15/5). Foto: Lalu Mohammad/Lombok Post/JPNN.com

Tetapi, suatu ketika paman dan neneknya, mengajak ia ke Lombok. Saat itu sekitar tahun 2010. Abdul memilih ikut. Mereka berniat mengembangkan teknik tradisional pengobatan alat vital di Lombok.

"Jadi sesampai di sini, nenek saya langsung praktik dan saya sering lihat-lihat caranya,” tuturnya.

Tetapi karena neneknya sudah lanjut usia, ia akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Abdul pun meneruskan praktik pengobatan tradisional yang telah dirintis neneknya.

“Sejak itu, saya pun mulai melakoni pekerjaan ini,” kata pria yang kamarnya banyak dihiasi poster kaligrafi dan foto Wali Songo itu.

Lantas apakah ramuan itu adalah hasil kreasi neneknya yang bernama Ibu Mun? ternyata bukan. Ramuan-ramuan yang berkhasiat memperbesar alat vital itu rupanya warisan dari Buyutnya. “Neneknya nenek saya, dialah yang bernama Erat,” ungkapnya.

Ramuan itu dibuat dari akar-akar pohon yang berkhasiat berdampak bagi vitalitas dan kejantanan pria. Tidak hanya itu, Abdul juga mengungkapkan, ada amalan tertentu juga yang digunakan untuk mendorong agar alat vital baik pria bisa semakin besar.

“Alhamdulillah, setiap hari ada satu sampai dua orang (yang berobat). Kebanyakan pasien dari Lombok Timur,” ujarnya.

Secara blak-blakan, Abdul bercerita cara ia bekerja dengan langsung mengurut alat vital pria. Bagi mereka yang ingin ukuran alat kelaminnya lebih besar, jantan dan tahan lama, proses perlakuannya dengan cara diurut.

Siapa yang tak pernah dengar pengobatan tradisional Mak Erot? Hanya saja, yang di Mataram ini namanya bukan Mak Erot, tapi Mak Erat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News