Buku jadi Alat Black Campaign

Ngaku Modern Kok Percaya Klenik

Buku jadi Alat Black Campaign
Buku jadi Alat Black Campaign
JAKARTA -- Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR, Marwan Djafar menilai buku karya Ridwan Saidi berjudul "Bencana Bersama SBY" adalah salah satu bentuk black campaign yang diarahkan pada pasangan capres/cawapres SBY-Boediono. Buku tersebut jelas-jelas ingin membentuk opini masyarakat bahwa segala macam bencana itu disebabkan oleh SBY sebagai presiden, namun tidak disertai fakta-fakta logis dan hanya berdasarkan klenik.

“Ini salah satu upaya dari lawan politik SBY untuk mempengaruhi rakyat pemilih agar tidak memilih pasangan SBY-Boediono. Ini sangat tidak rasional, karena buku tersebut ditulis oleh sosok yang mengaku modern, tapi percaya klenik," ujar Marwan dalam diskusi “Politisasi Bencana: Klenik, Ilmiah atau Religius di press room DPR Jakarta, Rabu (24/6).

Untuk saat ini, lanjut Marwan, SBY adalah sosok politisi ulung yang belum bisa disaingin oleh calon-calon lainnya, sehingga langkah-langkah apapun untuk menjelekkan SBY termasuk menggunakan black campaign tidak akan berpangaruh pada pilihan masyarakat. Marwan mengaku amat menyayangkan seorang Ridwan Saidi selaku penulis buku "Bencana Bersama SBY". "Sebagai seorang Muslim, Ridwan telah kehilangan kemuliaan rasionalitas karena mempercayai bahwa musibah itu dikarenakan sosok SBY," tegasnya.

Menurut Marwan, berbagai bencana alam yang selama ini terjadi di Indonesia sesungguhnya masih bisa di nalar oleh akal sehat. Ini semua bermula dari ulah manusia dalam memberlakukan alam sekitarnya. Banjir, misalnya, jelas ini ulah manusia yang secara tamak melakukan pembalakan hutan. Fenomena ini sudah terjadi semenjak Pak Harto jadi presiden, kata Marwan. "Capres SBY saat ini dalam posisi menerima limbah dan sudah berusaha secara maksimal untuk mengatasinya," tegas Marwan Jafar.

JAKARTA -- Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR, Marwan Djafar menilai buku karya Ridwan Saidi berjudul "Bencana Bersama SBY" adalah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News