BUMD Minta Tambahan Modal, DPRD DKI: Audit Dulu Keuangannya

BUMD Minta Tambahan Modal, DPRD DKI: Audit Dulu Keuangannya
Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Ichawanul Muslimin. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Ichwanul Muslimin menyoroti sejumlah BUMD yang kembali meminta tambahan penyertaan modal daerah (PMD). Menurut dia, beberapa BUMD selalu minta tambahan modal tetapi hasil kerjanya tidak terlihat.

’’DPRD DKI tidak bisa langsung setujui. Kami ingin tahu dulu pengelolaan keuangan mereka. Untuk apa setiap tahun minta triliunan atau ratusan miliar?’’ kata Ichwanul di DPRD DKI, Kamis (7/11).

Dia mencontohkan PDAM Jaya dan PD Pasar Jaya yang nilai dividennya tahun ini jauh dari harapan. Padahal, kedua perusahaan tersebut sidaj mendapat suntikan modal hingga ratusan miliar rupiah.

Ichwanul juga menyoroti buruknya kinerja PDAM Jaya dalam menyediakan air bersih bagi warga ibu kota. Sampai sekarang masih banyak yang belum merasakan manfaat perusahaan tersebut. "Sepadan tidak dengan segar yang diberikan?" ujar ketua KNPI DKI itu mempertanyakan.

Ichwanul pun mempertanyakan suntikan modal untuk PT Jakpro. Pasalnya, banyak proyek yang dipegang perusahaan konstruksi tersebut belum berjalan. "TIM belum jalan, BMW jalan di tempat, dan ITF pun sama. Uangnya ke mana itu? Audit dulu itu Jakpro," tegas dia.

Lebih lanjut, Ichwanul berharap laporan keuangan setiap BUMD diperiksa secara teliti dan detail. Perusahaan yang tidak perform maka penyertaan modalnya harus disesuaikan. “Yang perlu kami lihat ini dari sisi keuangan dulu nih. Masak setiap tahun minta,’’ pungkas dia. (dil/jpnn)

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Ichwanul Muslimin menyoroti sejumlah BUMD yang kembali meminta tambahan penyertaan modal daerah (PMD)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News