Bung Komar Beber Arti Penting Segitiga Maluku, Papua dan NTT

Bung Komar Beber Arti Penting Segitiga Maluku, Papua dan NTT
Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun saat berada di Labuan Bajo. Foto: Charlie Lopulua/Indopos/JPNN

jpnn.com, LABUAN BAJO - Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun mengatakan, ada dokumen yang merupakan riset sejak ratusan tahun lalu mengenai Maluku.

Salah satunya produksi, ekstraksi, dan perdagangan rempah-rempah selalu menjadi tanda alam atas lahir dan redupnya kerajaan-kerajaan serta peradaban di dunia.

Penulis buku Maluku: Staging Point RI Abad 21 itu menambahkan, dalam riset dari sejumlah bukti arkeologis menyebutkan bahwa pada rempah-rempah asal Maluku sudah diperjualbelikan di Persia pada abad ke-17 pra-Masehi.

“Yunani pada pra-Masehi mencatat kemajuan sains, filsafat, dan teknologi ketika konsumsi rempah-rempah sangat besar,” kata Komarudin di Labuan Bajo, Jumat (4/5).

Dia menambahkan, kekaisaran Romawi pra-Masehi juga mencatat konsumsi rempah sangat besar yang dipasok dari India.

“Bahkan, pada era Firaun Mesir pra-Masehi pada masa itu Maluku disebut jazirat-al-mulk,” tambah Komarudin.

Komar menambahkan, kebangkitan Eropa ditandai dengan konsumsi rempah yang sangat besar pada abad 15-18 M.

Pada masa itu, sambung Komarudin, lahir Revolusi Industri di Eropa Barat.

Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun mengatakan, ada dokumen yang merupakan riset sejak ratusan tahun lalu mengenai Maluku.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News