Bupati Banyuwangi Diskusi Soal Daya Saing Bersama Taruna TNI dan IPDN

Bupati Banyuwangi Diskusi Soal Daya Saing Bersama Taruna TNI dan IPDN
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat berdisuki bersama ribuan Taruna TNI dan IPDN soal daya saing. FOTO: ist

Mengutip data BPS, Anas mengatakan, jumlah pemuda berusia 16-30 tahun pada 2015 akan mencapai 62,24 juta jiwa (sekitar 26 persen dari total penduduk). Indonesia juga akan memasuki fase bonus demografi pada 2030-2035 dgn 70 persen penduduk berada di usia produktif. Bonus demografi ini hanya terjadi satu kali dalam sejarah struktur kependudukan di sebuah negara.

Kunci lain bagi masa depan Indonesia adalah kelas menengah. Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia sangat pesat, dari posisi 81 juta orang pada 2003 menjadi 131 juta orang pada 2010. Itu artinya 56,5 persen penduduk masuk kategori kelas menengah versi Bank Dunia (penduduk dgn pengeluaran USD 2-20 per hari).

”Pertanyaan kritis kita: bisakah momentum ini dimanfaatkan? Apakah generasi muda kita adalah generasi produktif atau cuma konsumtif? Bagaimana para taruna sebagai generasi muda di jajaran TNI dan pemerintahan bisa ikut menentukan arah bangsa? Ini penting kita jawab, agar potensi Indonesia tidak cuma marak dalam diskusi, tapi mewujud nyata demi kepentingan orang banyak,” kata bupati berusia 40 tahun ini.

Dia menambahkan, penting bagi Indonesia untuk menciptakan ”powerhouse” sebanyak mungkin. ”Powerhouse” adalah kelompok-kelompok yangg mempunyai pengaruh besar daam sebuah bangsa.

”Powerhouse ini mempunyai beberapa syarat, harus menjadi ikon, penggerak bangsa, dan mempunyai dampak dalam setiap langkahnya. Kita punya Telkom, Pertamina, Bank Mandiri, BRI, dan banyak lagi. Powerhouse ini harus ditopang oleh kekuatan lain, termasuk TNI dan IPDN yang merupakan pencetak generasi unggul di masing-masing bidangnya. IPDN mencetak abdi negara, bertugas di seluruh negara, menjadi penggerak birokrasi yang harus berparadigma baru dan lebih melayani publik,” pungkas Anas. (eri/mas)

Berita Selanjutnya:
Bandara Bima Dibuka Kembali

BANYUWANGI - Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 berkonsekuensi tidak ringan pada tatan sosial-ekonomi bangsa. Arus bebas modal, barang,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News