Bupati Karolin Bersama Kapolres Landak Cek Harga Sembako, Hasilnya?

Rabu, 05 Mei 2021 – 23:57 WIB
Bupati Karolin Bersama Kapolres Landak Cek Harga Sembako, Hasilnya? - JPNN.com
Bupati Landak Margret Natasa bersama Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro melakukan monitoring harga dan ketersediaan sembako di beberapa pusat perbelanjaan pada Senin (3/5). Foto: Pemkab Landak

jpnn.com, JAKARTA - Bupati Landak Margret Natasa bersama Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro melakukan monitoring harga dan ketersediaan sembako di beberapa pusat perbelanjaan pada Senin (3/5).

Di antaraya pasar rakyat, swalayan, dan toko serta meninjau kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di daerah yang memiliki mobilitas cukup tinggi terhadap penyebaran COVID-19.

Bupati Karolin saat melakukan peninjauan menemukan harga komoditas bahan pokok mengalami kenaikan signifikan serta ketersediaan komoditi yang masih ada di pasaran.

Untuk harga ayam yang masih berkisar Rp 38.000/kg, daging sapi Rp. 150.000/kg, gula pasir Rp 12.500/kg, minyak goreng curah Rp. 15.000/kg, bawang merah Rp. 33.000/kg, bawang putih Rp. 26.000/kg, telur ayam Rp. 1.900/butir, tomat Rp. 8.000/kg, dan kentang Rp. 16.000/kg.

Bupati Landak Karolin mengatakan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stbilitas harga dan ketersediaan stok komoditi terutama pada saat menjelang hari raya besar keagamaan yang tidak lama lagi akan menjelang Hari Raya IdulFitri.

“Kami monitoring dalam rangka persiapan Hari Raya IdulFitri mengenai ketersediaan bahan pokok atau pangan, sejauh pemantauan kami ketersediaan tersebut masih aman dan semuanya tersedia, hanya saja ada kenaikan harga yang tidak signifikan mulai dari Rp. 1.000 dan maksimal Rp 5.000 saja terhadap beberapa komoditi yang memang biasanya selalau naik harganya ketika menjelang hari raya besar keagamaan. Ini masih dalam batas yang wajar, tetapi kami terus melakukan monitoring, sampai pada hari raya,” jelas Karolin.

Lebih lanjut, Bupati Karolin mengatakan bahwa untuk pelaksanaan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan masih batas yang sessuai aturan pemerintah yakni pencegahan kerumuman, pengunaan masker, dan mobilitas yang terkendali.

“Mengenai ada tidaknya kerumunan mengenai belanja pada hari raya idulfitri di pusat-pusat perbelanjaan, seperti yang kita lihat sampai dengan saat ini kondisi kerumunan masih terkendali, dan harapan kita situasi ini dapat kita jaga sampai dengan hari raya nanti. Dan kami sudah sampaikan kepada pelaku usaha agar memperhatikan protokol kesehatan terutama ketika masyarakat berbondong-bondong untuk berbelanja,” pinta Karolin.(fri/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...