JPNN.com

Buron Sejak 2019, Darwis Akhirnya Ditangkap Tim Intelijen di Banda Aceh

Sabtu, 23 Januari 2021 – 19:55 WIB
Buron Sejak 2019, Darwis Akhirnya Ditangkap Tim Intelijen di Banda Aceh - JPNN.com
Tim Tabur Kejati Aceh menggelandang terpidana narkoba yang buron sejak 2019 di Kantor Kejati Aceh di Banda Aceh, Kamis (21/1/2021). Antara Aceh/HO/Humas Kejati Aceh

jpnn.com, BANDA ACEH - Darwis alias Lanang bin M Nasir, terpidana narkoba dengan hukuman sembilan tahun penjara yang buron sejak Desember 2019 akhirnya ditangkap tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Kepala Kejati Aceh Muhammad Yusuf di Banda Aceh, Kamis, mengatakan terpidana ditangkap di Pelabuhan Perikanan Samudra Lampulo Banda Aceh, Kamis (21/1) pukul 15.30 WIB.

"Terpidana ditangkap saat hendak melaut. Terpidana bekerja sebagai nelayan. Terpidana Darwis ditangkap atas kerja sama Tim Tabur Kejati Aceh dan Kejari Aceh Timur," kata Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf mengatakan terpidana Darwis merupakan DPO dari 11 buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur dalam kasus narkoba jenis sabu-sabu. Dari 11 DPO tersebut, sembilan di antaranya oknum polisi.

"Sembilan orang tersebut masih DPO, sedangkan dua terpidana lainnya sudah dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan," kata mantan Wakil Kepala Kejati Aceh tersebut.

Muhammad Yusuf mengatakan terpidana Darwis bersama 11 terdakwa lainnya diputus bebas dalam perkara narkoba jenis sabu-sabu 77,45 gram oleh majelis hakim Pengadilan Idi pada 2018.

Padahal, kata Muhammad Yusuf, jaksa penuntut umum menuntut yang bersangkutan dengan hukuman 17 tahun penjara. Jaksa penuntut umum juga menuntut dengan pidana denda Rp1 miliar subsidair enam bulan penjara.

Namun, jaksa melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung memutuskan Darwis alias Lanang bin M Nasir bersalah kepemilikan sabu-sabu dan menjatuhkan pidana sembilan tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsidair tiga bulan penjara.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...