Buruh, Petani dan Mahasiswa Kompak Tolak Draf RUU Cipta Kerja, Fahira Idris Bilang Begini

Buruh, Petani dan Mahasiswa Kompak Tolak Draf RUU Cipta Kerja, Fahira Idris Bilang Begini
Anggota DPD RI Fahira Idris. Foto: Humas DPD RI

“Kenapa gelombang protes dan penolakan semakin membesar, karena sangat banyak pihak yang terdampak jika RUU ini disahkan. Makanya, sekali lagi, penting draft RUU ini diformulasikan ulang dengan mengedepankan prinsip keterbukaan. Jadikan lapisan masyarakat yang paling terdampak terutama pekerja, petani, masyarakat adat, civil society, sebagai stakeholder utama penyusunan draft RUU ini,” tukas Senator Jakarta ini.

Sebagai informasi, RUU Cipta Kerja terdiri atas 11 klaster pembahasan. Selain klaster ketenagakerjaan, 10 klaster lainnya yaitu, penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, kemudahan berusaha, serta kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan UMKM dan perkoperasian.

Kemudian, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek strategis nasional, dan kawasan ekonomi. Sejak awal penyusunan draf dan saat hendak dibahas di DPR, RUU ini sudah mendapat sorotan luas dari publik.(fri/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Gelombang penolakan para buruh, petani termasuk mahasiswa atas pembahasan dan rencana pengesahan RUU Cipta Kerja kembali terjadi lagi.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News