Buruh Tani Perempuan di Australia Dipaksa Bekerja Hanya Mengenakan Pakaian Dalam

Buruh Tani Perempuan di Australia Dipaksa Bekerja Hanya Mengenakan Pakaian Dalam
Pemegang Working Holiday Visa (WHV) yang dikenal sebagai 'backpacker' harus bekerja tiga bulan di pertanian untuk mendapatkan visa tahun kedua.

"Saya berdiri dan mengambil handuk untuknya, dan melanjutkan makan, karena saya begitu terkejut," katanya lagi.

Malamnya, Paula meminta agar dia dipulangkan ke Cairns dan langsung ke kantor polisi untuk membuat laporan.

Buruh Tani Perempuan di Australia Dipaksa Bekerja Hanya Mengenakan Pakaian Dalam
Paula mengatakan pada akhirnya ia tidak pernah mendapatkan apa yang ia diinginkan, yakni visa Australia.

ABC News: Paul Strk

Kepada ABC, polisi mengatakan foto-foto tersebut adalah foto Paula mengenakan pakaian dalam.

Paula akhirnya tidak mendapatkan visa tahun kedua karena dia tidak bisa menyelesaikan persyaratan kerja tiga bulan di daerah pedesaaan.

"Pada akhirnya, walau saya ingin tetap di sini, namun rasanya tidak ada gunanya. Saya mengalami trauma besar sehingga takut sekali untuk kerja di pertanian," kata Paula.

Tanggal 24 September 2020, Nirmal mengaku bersalah melakukan tindakan mengikuti pergerakan Paula, merekamnya secara sembunyi.

Sejumlah perempuan 'backpacker' yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan seksual dari majikannya

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News