Busana Imlek Ini Memberi Kesan Manja dan Seksi

Busana Imlek Ini Memberi Kesan Manja dan Seksi
Sembilan model mengenakan busana bertema klasik dan modern karya Elizabeth Njo dan Stella Lisa Wijaya. Elizabeth memilih gaya klasik, sedangkan Stella memadukan dengan unsur modern. Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos

jpnn.com - DUA busana rancangan Djoko Sasongko memasukan dua corak khas budaya Tiongkok dan Jawa.

Diberi judul Lady in Red, rancangan busana ini terlihat simpel dan elegan. Gaun-gaun yang sejatinya terinspirasi dari kemeriahan Imlek itu mampu dipadukan dengan batik yang indah.

Christine Bayu Saputra dan Indies Noe terlihat cantik saat mengenakan busana hasil gabungan antara cheongsam dan batik tersebut. Ditambah dengan tata rias yang artistik, tampilan etnik dalam busana itu diperagakan dua model cantik tersebut.

’’Aku kagum dengan gaun yang aku pakai, serasa merayakan Imlek dengan rasa Indonesia,’’ kata Bobo, sapaan akrab Indies Noe.

Djoko Sasongko selalu mencoba memadukan batik ke dalam semua karyanya. Menurut dia, batik merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai dan harus dijaga masyarakat Indonesia.

’’Kalau bukan kita yang melestarikannya, lalu siapa lagi?’’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos (induk JPNN).

Dia menggunakan bahan-bahan taffeta, beludru, tile Jepang, dan kain-kain tradisional seperti batik, tenun, lurik, dan songket yang dominan merah. Tambahan bordir dengan motif flora emas semakin menguatkan kesan Imlek yang sangat oriental.

’’Kerah cheongsam sebagai wakil budaya Tionghoa, batik sebagai wakil budaya Indonesia,’’ ungkap lulusan Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo pada 2001 tersebut.

DUA busana rancangan Djoko Sasongko memasukan dua corak khas budaya Tiongkok dan Jawa. Diberi judul Lady in Red, rancangan busana ini terlihat simpel

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News