Cahaya Mobil Listrik dari Sosok Nur

Oleh: Dahlan Iskan

Cahaya Mobil Listrik dari Sosok Nur
Dahlan Iskan. Foto: Candra Satwika/Jawa Pos

Dr Nur di mata saya adalah pribadi yang menarik. Tampilannya seperti seorang rocker. Badannya berisi. Rambutnya gondrong. Celananya belel. Bajunya nyaris urakan.

Kalau saja dulu saya pertama bertemu dia di sebuah plaza, pastilah saya tidak menyangka sosok ini seorang doktor lulusan Manchester, Inggris.

Yang juga menarik adalah Dr Nur ternyata bukan doktor teknik elektro. S-1-nya memang diraih di ITS, tapi ambil teknik mesin.

Doktornya yang dari Manchester itu juga teknik mesin. Tapi, perjuangannya untuk mobil listrik luar biasa. Dialah ketua tim kendaraan listrik ITS. Salah satu program unggulan ITS yang sangat berhasil.

Yang juga istimewa, untuk jadi doktor, dia tidak harus melewati S-2. Dari S-1 dia langsung bisa ikut program S-3. Di Manchester University. Memang, dia harus masuk program khusus dulu satu tahun. Setelah itu harus mengikuti tes.

Ternyata lulus untuk langsung S-3. Sebelum berangkat ke Inggris, dia mungkin takut pacarnya hilang: dia kawini dulu. Namanya Febrine Wulan Widyasari.

Lulusan akuntansi Widya Mandala Surabaya. Lalu dia bawa serta ke Manchester. Anak pertamanya lahir di sana. Dua anak lainnya lahir di Surabaya.

Tim kendaraan listrik ITS kini sudah mendaftarkan 10 paten. Dan yang lagi disiapkan untuk didaftarkan lebih banyak lagi: 130. Semua di bidang kendaraan listrik. Semua itu bisa dihasilkan karena tim ini memang bekerja di luar kebiasaan.

Pemecah telur kendaraan listrik nasional adalah Surabaya. ITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News