JPNN.com

Cara Kementan Pikat Generasi Muda Agar Mau Geluti Pertanian

Senin, 21 Oktober 2019 – 07:35 WIB Cara Kementan Pikat Generasi Muda Agar Mau Geluti Pertanian - JPNN.com
Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, OGAN KOMERING ILIR - Kementerian Pertanian (Kementan) memikat generasi muda terjun ke pertanian lewat mekanisasi. Salah satunya di Ogan Komering Ilir (OKI) lewat program Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM) melalui pembangunan Warehouse Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA).

“Perlu dukungan mekanisasi pertanian untuk mengubah pola mindset petani dari tradisional ke modern. Begitu juga untuk menarik minat generasi muda juga peningkatan produktivitas,” kata Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, Jumat, (18/10).

Kementan, menurut dia, telah membangun proyek percontohan pengembangan pertanian modern di lima lokasi se Indonesia yaitu Tuban, Sukoharjo, Konawe Selatan, Barito Kuala dan Ogan Komering Ilir.

Proyek ini, sambung Sarwo, bertujuan mengurangi penyusutan jumlah tenaga kerja petani lantaran petani muda enggan turun ke sawah. Terlebih lagi, upah buruh tani yang masih rendah.

“Oleh karena itu, keberadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang modern bakal mampu menarik petani muda. Tak hanya menarik minat saja, Alsintan yang modern juga mampu menekan biaya produksi,” ujarnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 400 ribu unit alsintan yang didistribusikan pemerintah. Jumlah ini bahkan meningkat 500 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bantuan alsintan ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, mekanisasi alsintan juga sudah menuju digitalisasi. Salah satu contohnya ialah traktor roda empat yang dapat dikendalikan dengan remote control dan drone penebar pupuk.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...