Cegah Stunting di Banyuwangi, Muslimat NU Gencarkan Edukasi Gizi

Cegah Stunting di Banyuwangi, Muslimat NU Gencarkan Edukasi Gizi
Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU Erna Yulia Soefihara mengatakan PP Muslimat NU akan terus menyampaikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat terutama kader-kader NU. Foto: Dok PP Muslimat NU

Untuk anak-anak, terutama bayi yang harus diperhatikan adalah kebutuhan proteinnya.

Protein penting untuk perkembangan otak. Oleh karena itu pemilihan susu yang dikonsumsi anak ini penting.

“Anak harus mengonsumsi susu untuk anak,” jelas Anik.
 
Ketua Harian YAICI Arif Hidayat dalam kesempatan itu menjelaskan edukasi yang telah dilakukan YAICI bersama PP Muslimat NU.
 
Dia mengatakan persoalan-persoalan yang kami temukan di lapangan itu beragam. Ada yang orang tua memang tidak tahu mengenai kandungan susu kental manis, atau bahkan ada yang sudah tahu, tetapi masih memberikan susu kental manis untuk anaknya.

“Alasannya juga macam-macam, ada yang karena lebih murah atau anaknya lebih suka,” jelas Arif.
 
Arif menambahkan, dalam kunjungan YAICI ke desa adat Kemiren di Banyuwangi, YAICI melakukan penggalian kebiasaan konsumsi susu kental manis oleh masyarakat.

“Pada saat kami bertemu anak-anak yang sedang bermain, semua anak-anak mengaku suka mengonsumsi sebagai minuman, jadi orang tuanya bilang enggak mengonsumsi, tetapi anak-anak mengaku sebaliknya,” beber Arif.
 
PP Muslimat NU dan YAICI berkomitmen akan terus melaksanakan edukasi tentang gizi dan cara yang tepat mengkonsumsi kental manis.

“Kami tidak bisa hanya menunggu pemerintah dan produsen yang melakukan sosialisasi. Saat ini kami didukung oleh mitra seperti PP Muslimat NU, maka kami akan lanjutkan edukasi kepada masyarakat,” pungkas Arif Hidayat.(dkk/jpnn)

Gizi buruk dan stunting hingga kini masih menjadi persoalan bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.


Redaktur : Budi
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News