Selasa, 17 Juli 2018 – 20:43 WIB

Cerita Mayor Baharuddin Bertugas di Afrika Tengah

Sabtu, 30 Juni 2018 – 00:06 WIB
Cerita Mayor Baharuddin Bertugas di Afrika Tengah - JPNN.COM

jpnn.com - Mayor Inf Baharuddin, anggota TNI dari Kodam VI/Mulawarman berlebaran di Afrika Tengah. Sesudah salat Id semua orang bersalaman. Hanya diikuti 40 orang, semua adalah pria. Sederhana. Tanpa hingar-bingar. Tak ada ketupat. Apalagi opor ayam.
--
Mandat yang diterimanya membawa Mayor Inf Baharuddin terbang jauh meninggalkan Tanah Air sejak April 2018. Tepatnya ke Mobaye, Afrika Tengah. Meski berlebaran jauh dari keluarga dan menu favorit Lebaran, Baharuddin tetap bangga dan bersemangat menjalani tugasnya.

Dia bertugas sebagai military observer di bawah komando United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Yang bertugas menangani materiil informasi kegiatan sehari-hari masyarakat.

“Kami melaksanakan patroli di wilayah Mobaye, dengan mencari informasi dan pengamatan tentang situasi yang berkembang. Laporan tersebut setiap harinya wajib diberikan ke kantor UN di Bangui, ibu kota Afrika Tengah,” ujar pria yang merupakan anggota Pabandya Wanwil Kodam VI/Mulawarman ini.

Dia bertugas di Afrika Tengah selama setahun dan kembali pada April 2019. Merayakan Lebaran tahun ini tanpa sanak keluarga harus dia terima. Apalagi ini pengalaman bukanlah kali pertama. Diakui dirinya sudah pernah mencicipi tugas dan berlebaran di luar negeri. Jadi bukan hal baru lagi.

Sebelumnya, pria kelahiran Bima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus 1971 tersebut pernah bertugas sebagai military observer di Filipina, di Kota Zamboanga.

Dalam rangka misi tim perdamaian antara Moro Islamic Liberation Front dengan pemerintah Filipina. “Tidak jauh berbeda dengan tugas sebelumnya,” ucap pria pehobi futsal itu.

Bahar mengatakan, Mobaye merupakan desa yang begitu tradisional. Penduduknya mencapai lebih dari 7 ribu jiwa. Sedangkan angka penghuni di Afrika Tengah mencapai lebih dari 5 juta jiwa. Seperti halnya pemberitaan-pemberitaan yang beredar, selain krisis ekonomi, konflik antarwarga kerap terjadi.

Dia pun mengatakan, jumlah muslim di kota tersebut sangatlah sedikit. Sehingga suasana Lebaran tidaklah seperti di Indonesia. Para prajurit atau tentara yang tengah bertugas di Mobaye pun sengaja tidak melaksanakan salat Id di kampung warga. Khawatir bila terjadi konflik dadakan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar