JPNN.com

Cerita soal Gubernur Nurdin Abdullah Terharu dan Bangga Dipercaya Bu Mega

Kamis, 12 Maret 2020 – 17:27 WIB
Cerita soal Gubernur Nurdin Abdullah Terharu dan Bangga Dipercaya Bu Mega - JPNN.com
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada pembukaan Rakerda DPD PDIP Sulsel di Makassar, Kamis (12/3). Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menceritakan sebuah pengalaman yang menurutnya mengharukan. Nurdin membeber ceritanya saat berpidato pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel di Makassar, Kamis (12/3).

Dalam forum itu Nurdin mengisahkan ketika namanya diumumkan sebagai calon gubernur (cagub) Sulsel dari PDIP pada Pilkada 2018. Menurut Nurdin, yang mengumumkan namanya sebagai cagub Sulsel adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya jujur masih merasa terharu dan bangga karena usungan PDIP pada pilgub lalu (2018). Saya yang pertama diumumkan Bu Mega. Itu secara langsung beliau, maka saya tidak ingin kecewakan beliau," kata Nurdin.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, sebagai wujud komitmennya kepada PDIP, dirinya selalu hadir dalam setiap acara yang digelar partai pemenang Pemilu 2014 dan 2019 tersebut. Gubernur yang juga profesor ilmu kehutanan di Universitas Hasanuddin itu mempersilakan siapa pun yang meragukan klaimnya untuk mengonfirmasikannya kepada Ketua DPD PDIP Sulsel Ridwan Andi.

“Belum ada acara PDIP (di Sulsel) yang saya tidak hadir. Komitmen saya, saya tunaikan,"  ungkap Nurdin.

Mantan bupati Bantaeng itu juga berpesan kepada para calon kepala daerah dari PDIP yang akan berkompetisi pada Pilkada 2020 di Sulsel. Menurutnya, para calon bupati dari PDIP untuk Pilkada di Sulsel harus menjaga komitmen politik.

“Itu komitmen yang harus dijaga bersama. Saya kira hari ini baju saya juga sudah merah," kata Nurdin disambut tepuk tangan hadirin di ruangan itu.

Nurdin menegaskan, komitmen calon kepala daerah tidak serta-merta berakhir ketika menerima dukungan dari partai. Sebab, mencari dukungan parpol di pilkada tidak seperti membeli tiket pesawat.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara