Chandra Asri Diganjar Penghargaan ICSRA VI

Chandra Asri Diganjar Penghargaan ICSRA VI
Dari kiri ke kanan: Edi Riva’i (Legal and External Affairs Director Chandra Asri), Dr. Ir. Haruki Agustina M.Sc (Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Non  Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)), Irlisa Rachmadiana (Ketua Juri ICSRA VI). Foto dok. Chandra Asri

"Untuk mengidentifikasi isu-isu agar senantiasa relevan, Chandra Asri mempertimbangkan beberapa hal berikut, seperti analisis kebutuhan masyarakat, kepentingan perusahaan, Isu strategis pembangunan daerah," tutur Edi Rivai dalam keterangannya, Jumat (1/9).

Seluruh program ini dirancang sejalan dengan ISO 2600 dan agenda pembangunan global, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs).

Lebih lanjut dikatakan sebagai bentuk upaya melakukan mitigasi risiko dan memanfaatkan peluang, pada 2022 Chandra Asri merumuskan sebuah kerangka kerja ESG (Environment, Social, and Governance).

Dalam bidang lingkungan (environmental), Chandra Asri telah lama menjalankan konsep end-to-end plastic waste management dalam bentuk aktivitas pemilahan sampah sesuai jenisnya dan pengumpulan sampah yang diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Berkolaborasi dengan KSM Sehati Maju Bersama, Chandra Asri luncurkan IPST ASARI/ Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah, Kelola Mandiri di Cilegon untuk mengolah sampah plastik low-value menjadi bahan bakar dengan merek PLUSRI (Plastic Fuel from Asari), yang setara dengan minyak tanah, bensin, dan solar yang diintegrasikan dengan Program SAGARA, yakni pemberdayaan nelayan di sekitar wilayah Desa Anyar, Kab. Serang.

Selain itu, Chandra Asri menggagas Kawasan Edu-Ecotourism Lembur Mangrove Patikang yang merupakan salah satu inisiatif Chandra Asri untuk memperbaiki pesisir dengan meningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi jejak karbon sekaligus memberdayakan masyarakat.

Kawasan mangrove ini terletak di Desa Patikang, Kecamatan Panimbang, Banten dan merupakan kawasan yang sering banjir rob yang disebabkan berkurangnya jumlah mangrove di wilayah pesisir Patikang akibat perubahan tata guna lahan.

“Kami yakin penghargaan ini berkat kesungguhan dan konsistensi dari seluruh karyawan serta komitmen yang kuat dari manajemen dalam menjalankan bisnis dan operasional dengan menekankan pada prinsip keberlanjutan dan aspek-aspek ESG," terang Edi Rivai.

Prinsip inilah yang mendorong Chandra Asri terus mengembangkan program sosial dan lingkungan yang berdampak bagi lingkungan maupun seluruh pemangku kepentingan.

Perusahaan petrokimia terintegrasi, Chandra Asri diganjar penghargaan Indonesia Corporate Social Responsibility Awards VI atau ICSRA VI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News