Cherrybelle Marak, Razia Banyu Goblok

Cherrybelle Marak, Razia Banyu Goblok
MAKIN MARAK: Petugas Polres Madiun menunjukkan barang bukti ratusan liter arjo dan beberapa botol miras di mapolres (7/12). Ad Prasetyo/Radar Madiun/JPNN.com

jpnn.com - MADIUN – Masih tingginya konsumsi minuman keras (miras) membuat aparat penegak hukum kian waspada. Apalagi belakangan banyu goblok, istilah untuk miras, sudah makan banyak korban. Terakhir, puluhan pemuda di Jawa Barat tewas setelah menenggak miras oplosan ’’Cherrybelle’’.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polres Madiun pun mengadakan razia. Hasilnya, 745,5 liter miras jenis arak jowo (arjo), delapan botol mansion, lima botol vodka, dan 10 botol topi miring disita dari 47 titik peredaran di wilayah hukum Polres Madiun hanya dalam waktu sehari. ’’Operasi miras dilakukan petugas gabungan dari Satsabhara, Satreskoba, dan polsek,’’ ujar Kapolres Madiun AKBP Denny S.N. Nasution, Minggu (7/12).

Barang bukti hasil operasi tersebut dibeber Polres Madiun kemarin. Ratusan miras disita dari penjual di enam kecamatan. Yakni, Dolopo, Dagangan, Madiun, Balerejo, Mejayan, dan Saradan. Sitaan paling banyak diperoleh dari Kecamatan Dolopo. Di daerah asal Bupati Madiun H Muhtarom itu, petugas menyita sekitar tiga jeriken miras jenis arjo dan beberapa botol mansion. ’’Seluruh barang bukti langsung kami bawa ke mapolres,’’ tambah Wakapolres Madiun Kompol Muhammad Baderi.

Dia menyebutkan, sebagian besar minuman setan itu disita dari sejumlah warung dan kafe malam. Menurut keterangan sejumlah tersangka, miras siap edar itu rencananya dijual kepada para pemuda di wilayah setempat. Polisi sudah menetapkan 47 tersangka dari 47 titik lokasi operasi. ’’Kami belum menemukan pelajar atau remaja belasan tahun yang pesta miras, terutama oplosan,’’ jelasnya.

Meski operasi miras mendapatkan hasil yang memuaskan, distribusi miras masih sulit ditembus. Khususnya arjo dari luar daerah yang selama ini ditengarai menjadi pemasok miras di wilayah Kabupaten Madiun. Pemutusan rantai distribusi miras luar daerah harus dikoordinasikan bersama dengan seluruh pihak terkait. ’’Seperti arjo dari Bekonang, misalnya. Itu kan sudah bukan lagi ranah kami,’’ ungkapnya.

Baderi berjanji terus melakukan operasi miras di wilayah hukumnya. Dia membutuhkan peran serta masyarakat untuk memberantas peredaran minuman memabukkan itu. Apalagi kini peredaran miras cenderung meningkat dibandingkan sebelumnya. ’’Itu dibuktikan dengan hasil tangkapan petugas yang selalu meningkat dalam setiap operasi,’’ tegasnya. (tyo/yup/JPNN/c15/any)


MADIUN – Masih tingginya konsumsi minuman keras (miras) membuat aparat penegak hukum kian waspada. Apalagi belakangan banyu goblok, istilah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News