Corona Mengubah Perilaku Warga, tetapi Masih Ada Netizen Meremehkannya

Corona Mengubah Perilaku Warga, tetapi Masih Ada Netizen Meremehkannya
Warga yang mewaspadai virus corona menggunakan masker wajah saat melintasi kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (3/3). Foto : Ricardo/JPNN.com

Kemudian ada 26 persen responden yang mengaku tidak melakukan WFH karena jenis pekerjaan mereka tidak memungkinkan. Adapun 7,3 persen mengatakan, tidak bekerja di luar berarti tidak memperoleh pendapatan.

Survei daring itu digelar sejak Selasa (24/3) lalu dengan responden 10.199 warganet. Perinciannya adalah warganet perempuan (55,6 persen), sedangkan laki-laki (44,4 persen).

Untuk kelompok usia respondennya ada yang di kelompok 12-17 tahun (5 persen), 18-24 tahun (29,7 persen), 25-34 tahun (26,3 persen) dan 35-44 tahun (20,2 persen). Selanjutnya responden berusia 45-54 tahun (12,4 persen), berusia 55-64 tahun (5 persen) dan di atas 65 tahun (1,6 persen).

Sebanyak 72,1 persen responden tinggal di kota, sedangkan 27,9 persen tinggal di kabupaten. Mayoritas responden berdomisili di DKI Jakarta (29,8 persen), Jawa Barat (20 persen), Jawa Timur (10,2 persen), Banten (8,3 persen),  Jawa Tengah (7,2 persen) dan sisanya dari provinsi lain.

"Change.org Indonesia meluncurkan survei persepsi publik untuk mengetahui bagaimana tingkah laku dan pengetahuan masyarakat terkait penyebaran virus Corona. Survei ini juga bertujuan untuk mengetahui persepsi publik tentang upaya pemerintah dalam menangani krisis ini,” pungkas Dhenok.(gir/jpnn) 

Campaign Manager Change.org Indonesia Dhenok Pratiwi membeber hasil surveinya tentang persepsi masyarakat terhadap penyebaran virus corona (COVID-19).


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News