Corona Sangat Brutal di AS, Data Terbaru Jumlah Kematian Bikin Merinding

Corona Sangat Brutal di AS, Data Terbaru Jumlah Kematian Bikin Merinding
Sekitar 2.500 pendukung Donald Trump berunjuk rasa memprotes aturan lockdown di Olympia, Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/34). Foto: ANTARA/REUTERS/Lindsey Wasson/TM

Larangan keras menyangkut perjalanan juga telah memukul ekonomi masyarakat.

Para gubernur negara-negara bagian AS, yang terdampak paling parah oleh virus corona, berdebat dengan Presiden Donald Trump soal pernyataan Trump bahwa mereka sudah melakukan tes corona cukup banyak dan perlu cepat menjalankan kembali kegiatan ekonomi.

Sementara itu, makin banyak aksi protes direncanakan akan digelar menyangkut perpanjangan perintah "di rumah saja".

Daerah-daerah seperti Maryland, Virginia dan Washington D.C. masih menghadapi peningkatan kasus COVID-19.

New Jersey pada Minggu melaporkan bahwa jumlah kasus baru di negara bagian itu bertambah sebesar hampir 3.900, tertinggi dalam dua pekan terakhir ini.

Kota Boston dan Chicago juga beranjak menjadi pusat penyebaran seiring dengan kenaikan jumlah orang yang mengidap corona dan meninggal akibat virus itu.

Pemerintah beberapa negara bagian, termasuk Ohio, Texas dan Florida, sudah menyatakan akan membuka kembali beberapa jenis kegiatan ekonomi, mungkin mulai 1 Mei atau bahkan lebih cepat dari itu.

Kendati demikian, mereka tampaknya masih akan tetap bersikap waspada. (Reuters/antara/jpnn)

Reuters menyampaikan jumlah kematian akibat virus corona COVID-19 di Amerika Serikat atau AS.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News