JPNN.com

Corona Tak Berdaya, Ekonomi Tiongkok Diprediksi Kembali Berjaya

Jumat, 22 Mei 2020 – 23:34 WIB Corona Tak Berdaya, Ekonomi Tiongkok Diprediksi Kembali Berjaya - JPNN.com
Mata uang yuan Tiongkok. Foto: Reuters

jpnn.com, SAN FRANCISCO - Pakar ekonomi asal Amerika Serikat menilai ekonomi Tiongkok akan segera bangkit. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu itu telah berhasil mengalahkan wabah virus corona.

"Ketika memikirkan tentang prospek ekonomi Tiongkok, salah satu faktor terpenting adalah apakah coronavirus ini masih terkendali. Pada titik ini, Tiongkok tampaknya telah menaklukkan COVID-19," tulis Andy Rothman, pakar strategi investasi dari lembaga investasi Matthews Asia yang berbasis di San Francisco, dalam sebuah analisis pada Senin (18/5).

"Hal yang juga menggembirakan bahwa dua pekan setelah hari libur nasional selama lima hari di Tiongkok, ketika lebih dari 100 juta orang bepergian untuk bersenang-senang, tidak ada lonjakan kasus COVID-19," ujar Rothman, menambahkan bahwa ekonomi Tiongkok tampaknya akan pulih dari lockdown akibat COVID-19.

"Kembali ke keadaan normal mungkin tidak akan terjadi hingga tahun depan, tetapi belanja konsumen, manufaktur, dan investasi tampaknya akan kembali menguat," tambahnya.

Saat konsumsi menyumbang hampir 60 persen dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tahun lalu, Rothman mengatakan pemulihan dalam belanja konsumen sangat penting bagi kebangkitan ekonomi Tiongkok pascapandemi.

Mengutip pemulihan di sektor penjualan mobil dan rumah pada April lalu, Rothman menyebut hal itu mencerminkan bahwa para konsumen Tiongkok memiliki uang dan kepercayaan di masa depan untuk membelanjakannya.

Dia juga mencatat pentingnya dukungan pemerintah bagi para pekerja dan bisnis, yang meletakkan fondasi bagi pemulihan ekonomi.

"Hasilnya, ketika Kongres Rakyat Nasional digelar kemudian pada bulan ini, saya memprediksi hanya stimulus sederhana yang dirancang untuk memperluas fondasi tersebut dan mempercepat laju pemulihan guna kembali ke keadaan normal," ujar sang pakar.

Sumber Xinhua

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil